Oleh : Nurhasanah
Meski seakin sepi dari pemberitaan, kejahatan zionis israel di Palestina masih terus berlanjut hingga hari ini. Sudah hampir tiga tahun seluruh rakyat Palestina berada dalam penderitaan yang panjang akibat kekejaman zionis. Menurut laporan Komisi Penyelidik PBB, Israel memang sengaja menargetkan anak-anak Palestina yang mengakibatkan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang di Jalur Gaza, serta kejahatan perang di Tepi Barat yang diduduki.
Dalam laporan terbarunya, komisi tersebut menuding pemerintah dan pasukan keamanan Israel “telah dengan sengaja melakukan tindakan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa serta penderitaan fisik dan mental yang mendalam bagi ratusan ribu anak Palestina”.
Bahkan, Komisi tersebut juga menyatakan bahwa pembunuhan terhadap anak-anak Palestina masih terus terjadi, bahkan setelah gencatan senjata yang berlaku pada Oktober 2025. (BBC News, 2 Juli 2026).
Jelas tidak punya nurani dan rasa kemanusiaan sedikit pun, zionis Israel ternyata sengaja menargetkan anak-anak Gaza dalam rangka genosida untuk menghabisi seluruh kaum muslim di Palestina. Mereka membombardir rakyat palestina terutama di Gaza tanpa pandang bulu. Tidak hanya orang dewasa, tapi juga anak anak, para lansia dan ibu hamil pun mereka habisi.
Anak-anak sengaja dijadikan target genosida karena zionis tidak ingin ada penerus bangsa Palestina yang menjadi penghalang ambisi mereka di masa depan. Betapa banyak nyawa anak anak Gaza tak berdosa yang melayang, bahkan tidak sedikit yang mengalami luka fisik, banyak yang cacat sekaligus mengalami trauma psikologis yang amat berat. Kini masa depan anak anak Gaza terancam, anak anak yang seharusnya hidup dan tumbuh menjadi harapan untuk kemajuan peradaban umat manusia di masa depan, kini hidupnya suram seolah tiada lagi harapan.
Zionis Yahudi melakukan segala cara termasuk membunuh anak-anak demi meraih tujuan mereka, yaitu menguasai seluruh wilayah Palestina dan mewujudkan Israel raya. Mereka tidak mengenal dosa, tidak peduli gencatan senjata dan kecaman lembaga PBB, apalagi sekedar perjanjian perjanjian yang selalu mereka langgar, genosida terus saja mereka lakukan.
Berbagai macam cara dan usaha dari seluruh warga dunia untuk memperingatkan kaum yahudi israel pun sudah dilakukan, tapi semuanya nihil dan tidak membuahkan hasil.
Kaum yahudi memang tidak bisa diajak bernegosiasi dengan bahasa manusia, mereka hanya mengerti bahasa perang. Karena itu, dunia tidak bisa berharap zionis ini melunak, misalnya dengan adanya pergantian perdana menteri maupun pada PBB yang telah terbukti gagal dengan puluhan resolusinya, apalagi pada dunia Islam yang para penguasanya malah berkhianat dan memilih untuk merapat pada AS dan Zionis.
Alih alih membela Palestina, para penguasa negeri negeri muslim yang seharusnya bersatu menghimpun kekuatan untuk menyelamatkan Palestina dari cengkeraman yahudi justru tidak melakukan apa apa. Mereka hanya sebatas melontarkan kecaman tanpa disertai tindakan nyata untuk menghentikan agresi tersebut. Di sisi lain, mereka dinilai tetap berpihak kepada Amerika Serikat demi menjaga kepentingan politik, ekonomi, dan kekuasaan yang dijanjikan. Selain itu, keberadaan sekat-sekat negara bangsa (nation-state) dalam sistem kehidupan saat ini juga menjadi salah satu penghalang terbesar bagi terwujudnya pembebasan Palestina. Akibatnya, persatuan umat Islam di berbagai belahan dunia terpecah oleh batas-batas nasionalisme.
Umat Islam harus paham, kita tidak bisa terus menerus berharap keadilan pada sistem demokrasi kapitalisme yang hanya berpusat pada materi dan kepentingan. Satu-satunya harapan pembebasan Palestina saat ini hanya ada pada Khilafah. Khilafah adalah satu-satunya institusi politik Islam yang akan melakukan jihad fisabilillah untuk mengalahkan zionis dan membebaskan Palestina. Jihad adalah kewajiban mulia bagi seluruh kaum muslimin. Di bawah komando seorang khalifah, negara khilafah akan menyatukan seluruh kaum muslimin di dunia dan mengirimkan tentara ke Palestina untuk melawan musuh dan membebaskan negeri Palestina dari penjajahan.
Dengan sistem yang adil berlandaskan wahyu Allah, khilafah akan menerapkan seluruh aturan Islam secara menyeluruh di tengah tengah kehidupan manusia. Hingga mampu mewujudkan perlindungan bagi anak-anak Palestina, bahkan seluruh kaum muslimin di dunia baik terhadap jiwa, kesehatan fisik dan mental, pendidikan, kesejahteraan, maupun seluruh aspek masa depan dalam kehidupan mereka.
Kerena ketiadaan khilafah kehidupan kaum muslimin saat ini berada dalam keadaan yang sangat memprihatikan. Ibarat anak yang kehilangan induknya, kaum muslimin di seluruh dunia menjadi terpecah belah dan segala urusannya tercerai berai. Disana sini terjajah dan terbelakang.
Saat ini khilafah adalah qadhiyah masiriyah umat yang harus diperjuangkan penegakannya. Yakni sebuah kewajiban yang harus segera dilaksanakan karena urgensinya bagi umat Islam. Khilafah Islamiyyah adalah janji Allah dan bisyarah Rasulullah, sebuah cita-cita besar kaum muslimin yang harus diperjuangkan oleh umat secara totalitas karena keberadaannya menyangkut harkat, martabat, dan kelangsungan hidup kaum Muslim.
Tanpa khilafah, umat Islam tidak akan bersatu. Tanpa khilafah, umat Islam tidak akan sejahtera. Tidak ada solusi lain bagi setiap persoalan umat Islam pada hari ini selain penegakkan khilafah yang akan menerapkan seluruh aturan Islam dalam kehidupan. Sudah saatnya umat meninggalkan sistem kapitalisme yang rusak, dan menggantinya dengan sistem khilafah islamiyyah. Maka keadilan dan kesejahteraan umat manusia bisa diwujudkan, Insya Allah. Wallaahua’lam.













