Oleh: Jumiliati (Aktivis Dakwah)
Di tengah trending topik tentang perang Iran vs AS, Israel mungkin banyak dari kita yang menduga bahwa Palestina sudah terbebas dari cengkraman Zionis Israel. Namun pada kenyataannya tidak lah demikian, justru gempuran dan serangan kepada warga sipil Gaza masih saja terjadi.
Dilansir dari Republika.co.id Tel Aviv- Tentara Israel mengatakan otoritas militer memerintahkan pasukan untuk membunuh setiap pria yang mereka temui di Gaza selama genosida yang dimulai pada tahun 2023. Tidak ada batasan usia siapa yang harus dibunuh.
Seorang tentara Israel mengungkapkan mereka tidak boleh main-main, mereka diinstruksi untuk membunuh setiap pria tidak memandang berapapun usianya, meskipun pria tersebut tanpa senjata harus segera dibunuh. Mereka mengatakan pria tanpa senjata mampu meledakkan dirinya dengan apapun, mereka juga beralasan bahwa mereka tidak bisa membedakan antara anggota Hamas dan koordinasi warga sipil, bahkan kaum wanita pun patut mereka curigai. (10/05/2026)
Fakta di atas menunjukkan bahwa Genosida dan Humanisasi di Gaza semakin mengerikan. Hilangnya nyawa manusia di Gaza seolah sudah menjadi hal biasa bahkan pembunuhan diinstruksikan di sana. Padahal Allah menegaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Ma’idah ayat 32 bahwa, “Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.”
Sistem Kufur Adalah Penyebabnya
Jika ditelisik lebih dalam, sistem kapitalisme sekulerisme adalah penyebabnya. Di dalam sistem ini memisahkan agama dari kehidupan adalah tolok ukurnya. Hal ini menjadikan agama tidak berperan dalam mengatur kehidupan, baik di ranah politik maupun ekonomi, sedangkan agama hanya digunakan untuk ibadah ritual semata, sehingga kehidupan di dunia hanya berlandaskan kepentingan untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya.
Karena manfaat menjadi fondasi hidup menjadikan para pemimpin muslim seolah menutup mata akan genosida yang melanda Gaza, mereka takut jika membela Gaza maka akan berpengaruh dengan kepentingan mereka di puncak dunia. Disaat Gaza kelaparan para pemimpin muslim asyik berpesta bersama pemimpin Zionis, bukankah ini pengkhianatan bagi saudara muslim Gaza?
Sesama saudara muslim yang harusnya saling membela malah mereka justru berjabat tangan dengan musuh saudara nya. Menyakitkan memang, namun inilah fakta yang yang harus kita lihat di tengah penderitaan warga Gaza yang membutuhkan pertolongan dari saudara nya sesama muslim.
Hilangnya Pelindung Umat
Kaum Muslimin tidak memiliki pelindung sejak runtuhnya daulah utsmaniyah, negeri muslim terpecah-pecah oleh nation state atau batas negara yang menjadikan mereka lemah bagaikan sapu lidi yang terlepas dari ikatannya. Sejak saat itu tidak hanya ikatan wilayah yang terputus, namun aturan Islam yang mengatur kehidupan tidak lagi dipakai dan digantikan oleh kapitalisme sekulerisme yang kini telah terlihat jelas kebobrokannya.
Kini dampak sistem yang bobrok semakin jelas, bukan hanya tidak mampu menolong Gaza dari kolonialisme, para pemimpin muslim saat ini pun terjerumus dalam kesepakatan bersama barat yang seolah-olah membangun Gaza namun pada kenyataannya mereka ikut andil dalam ekspansi dan Genosida Gaza.
Kondisi kaum muslim di dunia saat ini bagaikan buih di lautan, banyak tetapi tidak memiliki kekuatan. Hal ini dikarenakan kaum muslim tidak diikat dengan aqidah yang benar, sehingga untuk membela saudaranya saja tidak mampu. Meski begitu semangat warga Gaza tak pernah padam, mereka tidak pernah menyerah kepada penjajah meski harus bertaruh nyawa, karena syahid menjadi cita-cita terbesar disaat dunia tidak berpihak padanya.
Benarkah Gaza yang terjajah? Atau kah sebenarnya kita yang terjajah secara pemikiran tetapi tidak menyadarinya? sehingga membiarkan Gaza sendirian berjuang mempertahankan tanah para nabi.
Solusi Islam untuk Kemerdekaan Gaza Palestina
Selama jerat kapitalisme sekulerisme masih mencengkram kuat dan kesadaran kaum muslimin untuk bersatu belum ada, maka selama itu genosida dan Dehumanisasi di Gaza terus terjadi. Hanya dengan bersatu nya kaum muslimin dalam satu komando yang memiliki otoritas kuat dan mampu menghentikan kejahatan terbesar di Gaza.
Otoritas itu bukan hanya mampu membebaskan Gaza tetapi juga mampu mengatasi segala problematika kehidupan, Otoritas itu ialah sistem pemerintahan Islam yang mengatur setiap sendi kehidupan dengan aturan Islam. Negara Islam tegak dengan satu pemimpin yang menyatukan seluruh negeri-negri muslim tanpa sekat nasionalisme, sehingga apabila ada satu wilayah yang diserang musuh maka akan dengan mudah Otoritas negara memberikan bala bantuan berupa tentara untuk mengusir penjajah dan memberantasnya.
Negara Islam sudah terbukti mampu membebaskan tanah Gaza Palestina ini sebanyak dua kali, yaitu pertama pembebasan Al-quds dari Romawi dimasa pemerintahan Umar bin Khattab pada tahun 638 M. Kedua pembebasan Al-quds dari tentara salib oleh Salahuddin Al Ayyubi pada 27 Rajab 583 H/1187M.
Sudah saatnya kaum muslimin bersatu dalam satu komando, satu naungan yang melindungi seluruh negri dengan peraturan Islam yang terbukti mampu memperjuangkan tanah para nabi dari penjajah dan mengantarkan umat pada masa kegemilangan selama 14 abad lamanya. Wallahu ‘alam.













