Oleh: Trianti Abdullah (Aktivis Muslimah)
Kementerian pendidikan dan pendidikan tinggi Palestina, yang dirilis pada (7/10/2026) tepat tiga tahun sejak dimulainya Thufan Al- Aqsa.
Lebih dari 20.700 pelajar Palestina tewas dalam tiga tahun, mayoritas dari Gaza sebanyak 20.748 pelajar dan 1.058 tenaga pendidikan, serta administrasi tewas di Gaza dan tepi barat selama tiga tahun konflik, menurut laporan kementerian Pendidikan Palestina. (Rabu, 7/10/2026).
Dalam laporan statistik mengenai pelanggaran Israel terhadap sektor pendidikan, kementerian mengatakan angka tersebut mencakup pelajar dan staf di sekolah serta universitas.
Melansir dari anadolu agency, laporan itu juga mencatat ribuan orang terluka dan ditahan serta puluhan institusi pendidikan mengalami kehancuran atau menjadi sasaran serangan.
Hampir seluruh fasilitas pendidikan di Gaza hancur atau rusak parah, ini bukan kebetulan tetapi penghancuran sistematis terhadap akal dan ilmu suatu umat. Fakta pahit penindasan terus berlanjut, dunia belum berdaya menghentikannya.
Serangan brutal zionis Israel sengaja dilakukan, untuk tujuan genosida dan perampasan wilayah Palestina. Paradigma perang negara kafir adalah penjajahan terhadap umat muslim, demikian juga belajar dan sekolah yang seharusnya dilindungi justru menjadi sasaran serangan, Hal ini menjadi salah satu bukti kejahatan perang.
Bahkan para pemimpin negara adidaya, lembaga internasional dan penguasa negeri-negeri muslim tak berdaya dan gagal untuk menghentikan kejahatan tersebut.
Palestina dan umat muslim sangat membutuhkan kekuatan secara global, yaitu kembali ke sistem Islam (Khilafah), yang dipimpin oleh seorang (Khalifah), yang mampu melindungi Palestina dan umat muslim secara global.
Adapun paradigma perang (jihad) dalam sistem Islam (Khilafah) adalah membebaskan manusia dari kekufuran, bukan untuk penjajahan apalagi genosida. Jihad juga wajib dilakukan untuk melawan penjajahan dan membela kehormatan kaum muslim dan agama Allah SWT.
Terutama Seperti, membela tanah Palestina. Bahwa tanah Palestina termasuk Masjidil Aqsa adalah tanah yang diberkati dan ditetapkan sebagai waqaf Islam abadi, sejak masa Khalifah Umar ra. Tidak boleh dimiliki, dijual, atau dikompromikan oleh siapapun. Apalagi Palestina adalah kiblat pertama umat muslim Palestina khususnya, Masjid Al-Aqsa atau Baitul Maqdis di Yerusalem merupakan kiblat pertama umat Islam sebelum dipindahkan ke arah Ka’bah di Makkah.
Para pelajar menjadi sasaran, bahwa, menghancurkan pendidikan berarti berusaha memutus kelahiran generasi berilmu. dalam Islam, menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim dan menghalangi jalan menuju ilmu termasuk mengancam jiwa para penuntut ilmu adalah kezaliman besar.
Rasulullah SAW bersabda, “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah).
Adapun status bagi mereka yang gugur. Seperti para pelajar, guru dan seluruh warga Palestina yang tewas dalam penindasan ini dinilai oleh Islam sebagai syahid di jalan Allah SWT, mereka hidup kembali di sisi Allah SWT. diberi rezeki, dan tidak merasakan kematian kecuali sekedar perpindahan.
Allah SWT berfirman,”janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Sebenarnya mereka hidup di sisi Tuhannya sambil mendapat rezeki.”(TQS.Ali- Imran: 169).
Maka kita sebagai hamba Allah SWT, berkewajiban untuk menolong dan mendoakan saudara muslim setiap saat, terutama saudara kita yang tertindas seperti yang terjadi di Palestina saat ini. sebab doa orang mukmin adalah senjata yang tak bisa dibendung, banyak cara untuk kita membantu sesuai kemampuan yang ada dengan cara, baik itu harta, tenaga, ilmu, maupun suara. Tidak menutup kemungkinan dan harapan, bahwa janji Allah pasti datang”
Justru semakin meneguhkan tekad bahwa Palestina, Al- Aqsa dan kemerdekaan (Khilafah islamiyah) itu adalah hak mutlak yang akan dikembalikan Allah SWT, pada waktunya, kita tidak boleh lelah berdoa, tidak boleh berhenti peduli, dan terus untuk memperjuangkan Islam kaffah serta meng’amar ma’ruf nahi mungkar kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Wallahu a’lam bishawwab.









