PT BPR Palembang Rayakan Puncak HUT ke-10 dengan Penuh Rasa Syukur

Securitynews.co.id, PALEMBANG— PT BPR Palembang merayakan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 dengan penuh rasa syukur di Hotel Harper Palembang, Jumat (30/1/2026).WhatsApp Image 2026 01 31 at 20.19.08

Momen satu dekade ini menjadi refleksi perjalanan bank milik daerah tersebut yang berhasil bangkit dari masa sulit hingga menorehkan prestasi tingkat nasional.

Direktur Utama PT BPR Palembang, Syafril, S.Sos., C.R.R.D., mengungkapkan dirinya mulai bergabung pada akhir 2019, saat kondisi bank dinilai masih belum stabil. “Saat saya masuk, kondisi BPR Palembang memang kurang baik. Lalu awal 2020 kita mulai pembenahan, tetapi langsung dihadapkan dengan pandemi Covid-19 yang berlangsung hingga 2022. Dalam situasi itu, bank yang sehat saja bisa mundur, apalagi yang kondisinya belum kuat. Jadi masa itu benar-benar masa bertahan,” ujarnya.

Memasuki 2023, BPR Palembang mulai kembali bergerak. Pembatasan aktivitas yang sebelumnya menghambat operasional berangsur longgar, sehingga kinerja bank perlahan pulih. “Hasilnya mulai terlihat di 2024.

Kami mendapat kabar membanggakan, BPR Palembang meraih peringkat pertama nasional untuk kategori BPR milik pemerintah daerah dengan aset Rp 100–250 miliar. Saat itu aset kami Rp 129 miliar, dengan skor penilaian 99,06 dari nilai sempurna 100,” jelas Syafril.

Penilaian tersebut, lanjutnya, didasarkan pada kinerja keuangan menyeluruh, mulai dari pertumbuhan aset, kualitas kredit, hingga rasio profitabilitas seperti ROA dan ROE.

Prestasi itu rupanya berlanjut. Untuk penilaian kinerja 2025 yang akan dipublikasikan, BPR Palembang kembali menunjukkan tren positif. “Kami mendapat bocoran hasil rating terbaru, nilainya meningkat menjadi 99,58. Artinya kinerja kami semakin baik dan Insya Allah tetap di posisi teratas,” katanya.

Fokus Pasar Aman di Tengah Tantangan UMKM

Syafril mengakui, tantangan terbesar BPR saat ini adalah penyaluran kredit UMKM. Selain kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, banyak pelaku UMKM memiliki riwayat kredit bermasalah, termasuk dari pinjaman online. “Banyak UMKM menyisakan kredit macet. Dalam perbankan, kredit berjalan jika nasabah punya kemampuan dan kemauan bayar. Kalau salah satu tidak ada, risikonya besar,” tegasnya.

Selain itu, program kredit bersubsidi pemerintah seperti KUR membuat bank non-penyalur subsidi sulit bersaing dari sisi bunga. Karena itu, BPR Palembang lebih selektif dan melirik sektor kredit konsumtif bagi masyarakat berpenghasilan tetap, dengan skema yang terukur dan manajemen risiko ketat. “Kami tidak bisa mengambil semua pasar. Yang kami ambil adalah segmen yang sanggup kami kelola dengan aman,” ujarnya.

Edukasi Keuangan Sejak Dini

Di sisi lain, BPR Palembang juga fokus membangun literasi keuangan melalui program Simpanan Pelajar (SimPel). Program ini telah menjangkau sekolah SD dan SMP di Palembang, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Palembang dan Pemkot Palembang. “Kami buka 10.000 rekening pelajar gratis. Setoran awal disediakan bank, tanpa biaya administrasi. Ini murni untuk mendidik anak-anak menabung sejak dini,” jelas Syafril.

Layanan dilakukan melalui mobil kas keliling yang mendatangi langsung sekolah-sekolah.

 

Ajak Warga Gunakan Layanan Bank Daerah

Di momen HUT ke-10 ini, Syafril menegaskan komitmen BPR Palembang sebagai bank kebanggaan warga kota. “Selain Bank Sumsel Babel, Palembang punya BPR Palembang. Kami hadir melayani masyarakat kota. Manfaatkan layanan perbankan resmi dan hindari pinjaman online ilegal,” pesannya.

Ia berharap dukungan pemerintah dan masyarakat terus menguat agar BPR Palembang semakin berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah. “Semakin luas jangkauan layanan kami, semakin besar pula dampaknya bagi perekonomian masyarakat Palembang,” pungkasnya.

Laporan : Sandy

Posting  : Imam Gazali