Securitynews.co.id, PALEMBANG – Sejarah baru terukir di tepian Sungai Musi. Palembang resmi menjadi ibukota pertemuan Suku Anxi sedunia untuk edisi ke-12, mengalahkan Jakarta yang dinilai belum siap.
Acara sakral yang hanya digelar 3 tahun sekali ini sebelumnya dihelat di Makau, dan tahun ini Palembang yang terpilih. Tahun 2029 nanti, estafet akan dilanjutkan ke Malaysia bertepatan dengan 1 abad paguyuban Suku Anxi.
Ratusan delegasi dari 6 negara membanjiri Palembang: Tiongkok (Anxi), Singapura, Malaysia, Myanmar, Hong Kong, dan Indonesia. Tak ketinggalan perwakilan dari 5 provinsi: Riau, Jawa Timur, NTT, Jambi, dan Jakarta.
Mereka bukan wisatawan biasa. Mereka adalah para pemilik modal, pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) lintas negara.
Menurut Harun, Humas Paguyuban Anxi Palembang yang merupakan generasi keempat, Suku Anxi adalah etnis Tionghoa penutur Hokkien yang menyebar ke seluruh dunia untuk bertahan hidup sejak konflik zaman dinasti. Prinsip mereka sederhana namun kuat: kekeluargaan, persaudaraan, dan tolong-menolong.
Dari Temu Kangen Jadi Cuan Triliunan
Pertemuan yang juga dihadiri delegasi dari Thailand dan Vietnam ini dikemas sebagai reuni keluarga besar. Namun di balik kehangatan itu, ada agenda besar: investasi. “Ini bukan hanya untuk keluarga. Kami ingin kerja sama ini berkembang besar dan bermanfaat bagi masyarakat di masing-masing negara,” ujar Harun.
Sektor yang dibidik sangat seksi bagi Sumsel: Sumber Daya Alam, pertanian, perkebunan, hingga pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat dan pengadaan alat.
Gubernur Sumsel H. Herman Deru yang hadir langsung menyambut peluang emas ini. Kehadiran para taipan Anxi diharapkan menjadi pintu masuk investasi baru yang menggerakkan ekonomi daerah.
Tur Pulau Kemaro di Tengah Asap
Momen haru terjadi saat delegasi tiba pada 24 Oktober. Meski Palembang sempat diselimuti asap karhutla, sehari sebelum acara hujan turun.
Para delegasi pun diajak menikmati keramahan warga Palembang dengan tur ke Pulau Kemaro dan Jembatan Ampera. Potensi wisata religi Palembang membuat mereka terpukau.
Dari Palembang untuk dunia, Suku Anxi membuktikan bahwa persaudaraan bisa menjadi jembatan investasi yang menguntungkan semua orang.
Laporan : Sandy
Posting : Imam Gazali














