Oleh : Ummu Khansa
Seorang mahasiswa berinisial RN (22) ditemukan meninggal dunia di rumahnya di kawasan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang. Peristiwa tersebut menggemparkan warga sekitar. Korban pertama kali ditemukan oleh ibunya yang baru pulang dari mengajar.
Sebelum kejadian, korban sempat mengeluhkan persoalan terkait skripsi yang sedang dihadapinya.
Peristiwa ini menjadi duka sekaligus pengingat bahwa ada banyak orang yang mungkin sedang berjuang menghadapi tekanan hidup yang tidak terlihat oleh orang lain.
Kasus ini tidak cukup dilihat hanya sebagai masalah individu, tetapi juga menjadi bahan renungan tentang kondisi generasi hari ini.
Banyak anak muda hidup dalam tekanan: tuntutan akademik, persaingan, target kesuksesan, tekanan ekonomi, dan harapan lingkungan. Ketika seseorang tidak memiliki ruang untuk bercerita dan tidak mendapatkan penguatan yang cukup, masalah yang sebenarnya bisa dicari jalan keluarnya dapat terasa sangat berat.
Pendidikan dan kehidupan modern sering lebih menekankan pencapaian lahiriah, seperti nilai, gelar, dan keberhasilan materi, sementara pembentukan ketahanan jiwa, akhlak, dan kedekatan kepada Allah sering kurang mendapatkan perhatian.
Buah dari Sistem yang Salah
Sistem yang saat ini kita jalani mengukur keberhasilan manusia dari prestasi, materi, jabatan, dan pencapaian duniawi, tetapi kurang memberikan perhatian terhadap pembentukan kepribadian, ketenangan jiwa, dan hubungan manusia dengan Sang Pencipta.
Generasi akhirnya banyak yang tumbuh dengan kecerdasan intelektual, tetapi rapuh dalam menghadapi tekanan kehidupan. Mereka diajarkan bagaimana mengejar kesuksesan, tetapi tidak selalu dibekali bagaimana menerima kegagalan.
Mereka didorong untuk menjadi yang terbaik, tetapi kurang diarahkan bahwa nilai manusia bukan hanya dari pencapaiannya, melainkan dari ketaatan dan kedekatannya kepada Allah.
Karena itu, persoalan generasi bukan hanya tentang individu yang lemah, tetapi juga tentang lingkungan dan sistem yang membentuk cara berpikir manusia.
Tidak ada yang mengetahui secara pasti apa yang terjadi dalam hati seseorang kecuali Allah. Karena itu, kita tidak boleh mudah menyimpulkan penyebab suatu kejadian.
Tekanan sering membuat seseorang salah arah dan mengambil sikap yang salah. Kalau kita menganalisa ada beberapa penyebab terjadi nya tekanan di antara nya:
- Tekanan akademik
tugas akhir, skripsi, dan tuntutan kelulusan dapat menjadi beban ketika seseorang merasa tidak mampu menghadapinya.
- Memendam masalah sendirian. Seseorang bisa terlihat kuat di luar, tetapi sebenarnya sedang berjuang dalam kesendirian.
- Hilangnya harapan dan tujuan hidup.
Ketika keberhasilan hanya diukur dari pencapaian dunia, kegagalan kecil dapat terasa seperti akhir dari segalanya.
- Kurangnya penguatan iman dan dukungan lingkungan.
Padahal hati manusia membutuhkan tempat bergantung yang kuat, yaitu Allah SWT.
Pandangan Islam
Islam memandang bahwa kehidupan manusia adalah amanah dari Allah. Setiap ujian bukan tanda Allah membenci hamba-Nya, tetapi kesempatan untuk kembali mendekat kepada-Nya.
Allah ﷻ berfirman:
وَلَا تَيْأَسُوا مِن رَّوْحِ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِن رَّوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ
“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang yang kafir.” (QS. Yusuf: 87)
Allah juga berfirman:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
(QS. Al-Baqarah: 286)
Dalam Islam, nyawa manusia memiliki kemuliaan dan harus dijaga.
Allah ﷻ berfirman:
وَلَا تَقْتُلُوا أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An-Nisa: 29)
Kejadian ini mengajarkan kepada kita bahwa kepedulian tidak boleh terlambat.
Jadilah keluarga yang mau mendengar,menjadi teman yang mau menguatkan.menjadi masyarakat yang tidak hanya bertanya tentang prestasi, tetapi juga tentang keadaan hati.
Sebab terkadang seseorang tidak membutuhkan banyak nasihat, tetapi membutuhkan seseorang yang hadir dan berkata: “Kamu tidak sendiri. Ada Allah yang selalu bersamamu, dan selalu ada jalan keluar dari setiap ujian.”
Semoga Allah merahmati yang telah pergi, menguatkan keluarga yang ditinggalkan, dan menjaga generasi kita agar selalu memiliki harapan serta dekat dengan Allah. آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن.








