Dari Palembang untuk Dunia, Sistem SAGARA Jaga Paru-Paru Bumi Capai 90 Persen

Securitynews.co.id, PALEMBANG – Sejarah baru pengelolaan lahan gambut dan mangrove ditulis dari Palembang. Sistem super canggih bernama SAGARA dilaporkan telah mencapai progres 90 persen hanya dalam 7 hari kerja maraton.

Capaian itu dipaparkan langsung oleh Wakil Kepala Badan Pengelola Lahan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN), Mayjen TNI Sriyanto, M.I.R., M.A., dalam pertemuan di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Jumat (30/10/2026).

Mayjen Sriyanto yang baru dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 15 Oktober 2026 itu menegaskan, SAGARA bukan sekadar aplikasi pemantau biasa. “Tim telah mengebut perancangan sistem selama 7 hari dengan progres mencapai 90 persen. Fungsinya komprehensif, tidak hanya untuk pemantauan, tetapi juga untuk analisis data yang menghasilkan rekomendasi penindakan langsung di lapangan dan kebijakan,” tegasnya.

KOLABORASI RAKSASA: BMKG, BNPB, HINGGA KONSESI JADI SATU DATA

Kehebatan SAGARA ada pada kolaborasinya. Sistem ini dibangun dengan menyatukan masukan dari para ahli, praktisi, pemerintah daerah, BMKG, BNPB, kementerian terkait, perusahaan pemegang konsesi, hingga LSM.

Semua data bencana, iklim, dan lahan menyatu dalam satu dashboard terintegrasi. Lebih membanggakan, SAGARA akan hadir dalam 3 bahasa: Indonesia, Inggris, dan Prancis. Langkah ini disiapkan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat data gambut dunia, sejajar dengan African Wetland Tracking (AWT). “Indonesia siap memimpin dunia,” ujarnya.

TUNGGU PERPRES, MOU DITEKEN PEKAN DEPAN

Saat ini, SAGARA masih menunggu payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres). Proses birokrasi sedang dikebut melalui koordinasi intensif dengan Kemenpan RB dan Kemenkes.

Begitu Perpres terbit dan MoU integrasi data diteken pekan depan, seluruh data dari BMKG, BNPB, dan Kementerian Lingkungan Hidup akan langsung terintegrasi.

Target peluncurannya sudah dipatok jelas. “Paling lambat 15 Oktober, atau satu bulan setelah pertemuan di lantai 2 bersama Bapak Presiden, sistem terintegrasi SAGARA resmi diluncurkan ke publik,” tutup Sriyanto.

Dari Hotel Swarna Dwipa Palembang, harapan baru untuk paru-paru dunia pun dimulai.

Laporan : Sandy

Posting  : Imam Gazali