Oleh: Oktiwi Rani Kasmir
Warga Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan, digegerkan dengan terungkapnya kasus pembunuhan sadis yang dilakukan seorang anak terhadap ibu kandungnya sendiri.
Pelaku yang merupakan anak kandung korban bernama Ahmad Fahrozi, 23. Ia bahkan memutilasi dan membakar jasad korban sebelum menguburkannya di kebun area dekat rumah korban.
Kasus ini terungkap setelah korban tidak terlihat selama seminggu terakhir hingga membuat pihak keluarga curiga. Warga kemudian mencium bau tidak sedap di area perkebunan rumah korban.
Setelah dilakukan penyisiran, warga menemukan potongan tubuh manusia dan melaporkannya ke pihak kepolisian. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lahat langsung melakukan penyelidikan. Polisi menangkap pelaku di sebuah penginapan di Kelurahan Bandar Agung, Kecamatan Lahat.
Dari hasil pemeriksaan, pelaku yang tinggal mengontrak sejauh 20 kilometer dari rumah ibunya mengaku nekat menghabisi nyawa ibunya karena emosi. Korban tidak mau memberikan uang saat pelaku memintanya untuk bermain judi online slot.
Pelaku kemudian menghabisi ibunya dengan cara dipukul. Jenazah korban kemudian dibakar, dimutilasi, dan dimasukkan ke dalam plastik dan karung. Selanjutnya, pelaku mengubur karung tersebut.
Pelaku kemudian mengambil emas seberat 6 gram milik ibunya. Ia menjual emas tersebut dan menggunakan uang itu untuk bermain judi online. Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman pidana penjara seumur hidup. (Sumber.metrotvnews 09/04/26) membunuh dan memutilasi ibu kandungnya, SA (63), di kediaman mereka di Lahat. Perbuatan keji ini dilakukan karena pelaku kesal tidak diberi uang oleh korban uang tersebut rencananya akan digunakan oleh pelaku untuk bermain judi online pelaku berada di bawah pengaruh kecanduan judi online yang akut, yang mempengaruhi fungsi otaknya, membuatnya nekat melakukan tindakan keji tersebut.Setelah membunuh, pelaku memutilasi jasad ibunya kepolisian Resor (Polres) Lahat bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku.
Kasus ini menjadi bukti nyata dampak buruk judi online yang ekstrem. Kecanduan judol dapat menghilangkan akal sehat, menyebabkan stres berat, dan mendorong perilaku kriminal demi mendapatkan modal judi.
Permintaan uang yang tidak dituruti memicu kemarahan pelaku ini menunjukkan adanya kerentanan hubungan antara pelaku dan korban.
Pecandu judi tingkat berat sering kali mengalami distorsi kognitif, di mana mereka tidak lagi bisa membedakan mana yang benar dan salah, sehingga tega melakukan kekerasan luar biasa.
Perjudian online dianggap tumbuh subur dalam sistem kapitalis karena perputaran uang yang tinggi, di mana keuntungan finansial sering kali dijadikan standar kebenaran, mengabaikan moralitas. Bahkan, judi online dinilai sebagai bentuk eksploitasi digital yang masif.
Penanganan judol oleh pemerintah dinilai reaktif—baru bertindak setelah kasus marak—dan tidak menyentuh akar permasalahan yang sistemis. Tindakan seperti memblokir situs dianggap tidak cukup karena operator judi terus berinovasi.
Akar masalah yang dianggap sistemik meliputi krisis ekonomi, sulitnya lapangan pekerjaan, dan pandangan hidup materialistis. Judi online menjadi jalan pintas yang menyasar masyarakat yang terdesak secara ekonomi, diperparah oleh kemudahan akses teknologi. Judol menyebabkan kehancuran ekonomi keluarga, peningkatan utang melalui pinjaman online (pinjol), hingga kriminalitas.
Kejadian ini harus dipikirkan dan diperhatikan secara serius oleh umat muslim. Apa yang sedang terjadi pada umat saat ini sehingga berani berbuat demikian? Bagaimana penanaman pemahaman Islam (akidah dan syariat) di dalam keluarga-keluarga muslim hari ini? Seberapa besar lingkungan kehidupan memengaruhi perilaku masyarakat muslim?
Paham sekularisme beserta turunannya telah mendominasi pemikiran dan perilaku yang terjadi dalam masyarakat, termasuk dunia anak. Ini harus menjadi alarm bagi setiap keluarga muslim. Orang tua tidak boleh lengah dan abai terhadap berbagai hal yang diindera oleh anak setiap hari. Keluarga muslim harus senantiasa menanamkan pemahaman Islam, akidah, dan syariat-Nya kepada anak-anak mereka sejak dini.
Kita tidak bisa hanya berharap kepada sekolah atau lingkungan sekitar untuk memahamkan akidah yang kukuh kepada anak-anak umat Islam. Semestinya rumah menjadi tempat membentuk dan menguatkan akidah anak-anak kaum muslim. Dengan demikian, mereka akan mengimani adanya Allah dan sifat-sifat-Nya, malaikat, nabi dan rasul, kitabullah, hari akhir, serta qada dan kadar-Nya. Pemahaman keimanan yang bukan dogma, tetapi dapat diterima secara akliah melalui proses berpikir dan naqli, serta membenarkan apa yang disampaikan melalui Al-Qur’an dan hadis mutawatir.
Dengan pemahaman akidah Islam yang kukuh, anak akan mengerti bahwa hidup harus mempunyai tujuan yang jelas. Anak pun akan paham bahwa ia wajib terikat dengan aturan-aturan Allah SWT dalam menjalani kehidupannya di mana pun ia berada, baik saat sendirian ataupun bersama orang lain. Pelajar muslim yang beriman akan paham bahwa sejak meniatkan sesuatu hingga melaksanakannya, akan ada konsekuensi baginya, baik di kehidupan dunia maupun di akhirat.
Pembahasan akidah sangat penting bagi setiap muslim. Ini karena akidah adalah asas berpikir dan standar berperilaku seseorang ketika ia menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Akidah Islam adalah fondasi sekaligus benteng bagi setiap muslim, termasuk pelajar.
Sayangnya, tidak semua orang tua muslim mampu memahamkan akidah dan kewajiban terikat terhadap syariat-Nya kepada anak-anak mereka di rumah. Akibatnya, kebanyakan keluarga muslim menyerahkan persoalan ini kepada sekolah.
Sesungguhnya, keluarga-keluarga muslim pun membutuhkan pembinaan Islam kafah, termasuk bagi para orang tua. Dengan demikian, orang tua dapat melaksanakan kewajiban mereka sebagai pendidik, serta pembina utama dan pertama bagi anak-anaknya.
Jadi, sangat penting menghadirkan sistem kehidupan yang berlandaskan akidah Islam. Sistem itu tidak lain adalah Khilafah Islamiah. Institusi negara yang akan menerapkan hukum Allah Swt. dalam semua aturan kehidupan, mulai dari sistem bernegara hingga berbagai sistem di masyarakat.
Anak-anak kaum muslim akan berada dalam benteng yang kukuh dengan adanya pelindung mereka, yaitu Khilafah Islamiah. Khilafah akan melindungi kaum muslim dari serangan akidah lain dengan segala turunannya yang menyesatkan dan tidak sesuai fitrah manusia.
Tidak hanya melindungi, Khilafah yang berasaskan akidah Islam juga akan membina seluruh kaum muslim sehingga mereka paham akidah dan syariat Islam. Media dalam Khilafah juga akan menghadirkan tayangan dan informasi yang akan menguatkan akidah dan mencerdaskan umat.
Sistem pendidikan dalam Khilafah pun berlandaskan akidah Islam. Proses pendidikan dijalankan sesuai syariat-Nya. Tujuan dan kurikulum pendidikan Islam akan melahirkan pelajar bertakwa, serta cerdas dalam urusan dunia. Ketika ilmunya makin bertambah, mereka makin takut kepada Allah dan senantiasa menebar manfaat bagi manusia lain.
Sungguh, keluarga muslim merindukan kehadiran Khilafah Islamiah. Tentu tidak sebatas rindu, kita harus serius berjuang untuk menegakkannya sehingga rahmat-Nya akan dirasakan seluruh alam. Keluarga muslim beserta anak-anak mereka akan terlindungi dan merasakan kebahagiaan di dunia juga di akhirat. Wallahualam bissawab.












