Petugas Damkar Banyuasin Bereskan Sarang Tawon

Securitynews.co.id, BANYUASIN- Petugas pemadam kebakaran (damkar) dari Pos Induk Pangkalan Balai Pimpinan Riyanto SE berhasil mengevakuasi sarang tawon di rumah warga di Pangkalan Balai, Senin (12/10/2020) malam.

Kepala Pos Induk damkar Pangkalan Balai, Riyato SE mengatakan, pembersihan sarang tawon itu dilakukan setelah adanya laporan warga. Warga meminta damkar untuk membersihkan sarang itu di rumahnya.

Sarang tawon yang berada di atas loteng membuat para petugas sedikit kesulitan menanganinya. Butuh waktu satu sarang tawong berada di loteng rumah. Sarang tawon itu memiliki diameter sekitar 30 sentimeter. Karena itu, petugas dengan hati-hati mengatasinya.

Dua orang petugas yang melakukan eksekusi pembersihan sarang tawon itu. Satu petugas bertugas menyinari lampu senter. Sementara satunya adalah orang yang membersihkan sarang tawon tersebut.

Caranya, mereka penyemprot sarang tawon dengan Air yang sebelumnya telah Campur cairan berupa Diterjen dan Racun Serangga. Sarang tawon itu lantas disemprot perlahan, lalu didiamkan beberapa saat. Ketika dinilai sudah aman, sarang tawon itu kemudian semprot dengan air dengan selang pemadam kebakaran.

Di dalam sarang tersebut, puluhan atau mungkin ratusan tawon sudah tak bergerak. Menurut Riyanto, proses evakuasi sarang tawon memang sengaja dilakukan pada malam hari. Hal itu bertujuan untuk mengurangi risiko yang tidak diinginkan. “Karena siang akan banyak orang yang melihat dan itu berbahaya bagi mereka,” kata dia.

Ia mengatakan, membersihkan sarang tawon merupakan salah satu tugas damkar. Selain memadamkan api, petugas damkar juga dapat melakukan hal lain, seperti pembersihan sarang tawong atau menangkap ular.

Sementara itu, warga Jalan Rioseli Kelurahan Pangkalan Balai Kec BA III yang meminta bantuan petugas damkar, Novianti mengatakan, tawon itu bersarang di rumahnya baru sekitar satu bulan belakangan, itupun diketahuinya dari tetangga sebelah rumah.

“Belum mengganggu, tapi suka bertebaran. Takutnya kena orang Lewat dan anak kecil-kecil yang suka main di depan,” kata Noviati.

Sebenarnya, Novianti tadinya ingin membereskan sarang tawon itu seorang diri. Namun anaknya melarang. Akhirnya, ia meminta bantuan ke petugas damkar untuk mengevakuasi sarang tawon. “Mau diberesin sendiri ngeri juga. Mangkanya panggil damkar sebelum ada korban,” katanya.

Riyanto mengatakan, selama ini belum pernah ditemui kejadian tawon yang memakan korban jiwa di Kabupaten Banyuasin. Namun, pernah ada kejadian seorang warga tersengat tawon hingga masuk ke rumah sakit.

Laporan : Deni
Editor/Posting : Imam Ghazali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *