Kapolri Dialog Sekaligus Resmikan Kedai ADO Presisi Sumsel

Securitynews.co.id, PALEMBANG– Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si melakukan dialog sekaligus meresmikan Kedai ADO Presisi, sebuah ruang makan murah yang disiapkan khusus bagi komunitas driver daring.WhatsApp Image 2026 03 08 at 11.55.36

Peresmian kedai milik itu berlangsung di Sekretariat ADO Sumsel, Jalan Hockey Kampus Blok C/20, Palembang, Sabtu (7/3/2026). Kehadiran fasilitas tersebut menjadi langkah nyata dalam mendukung kesejahteraan para driver ojol yang setiap hari menggantungkan penghasilan mereka di jalan.WhatsApp Image 2026 03 08 at 04.49.44

Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru menilai keberadaan komunitas ojol memberi kontribusi penting dalam menekan angka pengangguran di Sumatra Selatan. Menurutnya, sektor ekonomi informal seperti transportasi daring kini menjadi bagian penting dalam perekonomian masyarakat. “Jangan diperdebatkan formal atau informal. Yang penting warga Sumsel yang mengabdikan dirinya untuk mencari nafkah melalui aplikasi online ini telah membantu pemerintah menurunkan angka pengangguran,” ujar Herman Deru.

Ia juga berharap para pengemudi ojol dapat berperan aktif menjaga ketertiban lalu lintas. “Paling tidak anggota ADO ini harus menjadi duta tertib lalu lintas. Mereka setiap hari berada di jalan sehingga bisa menjadi contoh bagi masyarakat,” tambahnya.

Berawal dari Dialog dengan Kapolri

Ketua DPD ADO Sumsel Asrul Indrawan menjelaskan, gagasan Kedai ADO Presisi bermula dari komunikasi dengan Kapolda Sumatra Selatan.

Menurut Asrul, sekitar dua pekan sebelum kunjungan Kapolri, Kapolda Sumsel – Irjen. Pol. Dr. H. Sandi Nugroho, S.IK., S.H., M.Hum.  memanggil pengurus ADO dan menyampaikan rencana kunjungan Kapolri ke Palembang sekaligus keinginannya berdialog langsung dengan para driver ojol.

“Kapolda menyampaikan bahwa Kapolri ingin berdialog langsung dengan para ojol. Dari situ muncul ide bagaimana menghadirkan fasilitas yang bisa membantu driver meningkatkan pendapatan sekaligus menekan biaya hidup mereka,” jelas Asrul.

Melalui dukungan kepolisian, khususnya dari jajaran lalu lintas, kedai tersebut kemudian direnovasi secara menyeluruh hingga menjadi Kedai ADO Presisi. Tempat ini disiapkan sebagai ruang makan, beristirahat, sekaligus tempat berkumpul bagi para driver dengan harga yang terjangkau. “Di sini kawan-kawan ojol bisa makan, ngopi, dan beristirahat dengan harga murah. Sesuai pesan Pak Gubernur, jangan mahal-mahal,” ujarnya.

Bahas Keamanan hingga Legalitas Driver

Selain meresmikan kedai, dialog antara Kapolri dan komunitas ojol juga membahas berbagai persoalan yang dihadapi para driver di lapangan, mulai dari keamanan hingga legalitas profesi.

Salah satu program yang tengah disiapkan adalah sistem panic button bagi driver ojol. Melalui fitur ini, pengemudi dapat langsung meminta bantuan kepolisian jika mengalami kecelakaan, tindak kriminal, atau kondisi darurat saat bekerja di jalan. “Driver di jalan sangat rentan terhadap kecelakaan maupun pembegalan. Dengan panic button, mereka bisa langsung meminta pertolongan polisi kapan saja,” kata Asrul.

Selain itu, ADO juga memiliki sistem pelacakan lokasi internal atau sherlock yang memungkinkan organisasi mengetahui posisi driver saat bekerja. Sistem tersebut diharapkan dapat terintegrasi dengan kepolisian untuk mempercepat respons jika terjadi insiden.

Atensi Khusus Kapolri

Asrul menyebut pertemuan langsung antara Kapolri dan komunitas ojol di Palembang merupakan perhatian khusus, karena belum pernah dilakukan secara langsung di daerah lain. “Kapolri sudah menyampaikan sejak dari Jakarta bahwa beliau ingin bertemu langsung dengan ketua dan anggota ojol. Ini atensi yang luar biasa bagi kami,” ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dan kepolisian dalam merespons berbagai persoalan yang dihadapi para pengemudi transportasi daring.

Laporan : Sandy

Posting  : Imam Gazali