Securitynews.co.id, PALEMBANG— Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menyerahkan langsung lahan eks kantor DPMPTSP Sumsel untuk perluasan Kolam Retensi Simpang Polda, Senin (5/10/2026).
Penyerahan dihadiri Wali Kota Palembang Ratu Dewa dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII Agus Safari.
Gubernur Herman Deru mengatakan, perluasan ini berawal dari usulan Wali Kota Palembang saat meninjau titik banjir. Daya tampung kolam retensi yang ada saat ini sangat terbatas, hanya sekitar 9.600 kubik.
“Di waktu hujan harus kerja ekstra dan menerima kritikan yang disebabkan daya tampung kolam retensi ini yang sangat terbatas. Kemarin lebih kurang baru 9.600 kubik artinya mendekati 10.000 kubik,” ujar Herman Deru.
“Wali Kota spontan pada saat itu menyampaikan kepada saya tempat banjir, Pak Wali Kota menunjukkan bangunan ini. Kalau mungkin bangunan itu menjadi titik perluasan bagi daya tampung kolam retensi ini, berarti kolam retensinya bisa diperluas lagi,” sambungnya.
Ia berharap perluasan ini dapat meningkatkan tampungan air dan mengurangi genangan banjir di kawasan sekitar.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan apresiasi atas dukungan Gubernur Sumsel. Ia menegaskan pengerjaan fisik Kolam Retensi Simpang Polda menjadi tahap awal proyek revitalisasi Sungai Bendung yang dikerjakan BBWS Sumatera VIII pada Oktober 2026. “Alhamdulillah pada hari ini Pak Gubernur Sumatera Selatan langsung hadir di kegiatan ini untuk pengerjaan Kolam Retensi Simpang Polda pada Oktober 2026. Tahap awal proyek yang dikerjakan BBWS Sumatera VIII ini akan difokuskan pada pengerukan dan perluasan Kolam Retensi Simpang Polda sebagai salah satu penampungan air utama untuk pengendalian banjir,” jelas Ratu Dewa.
Menurutnya, revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada pengendalian banjir, tetapi juga meningkatkan kualitas kawasan di sepanjang Sungai Bendung yang ditargetkan selesai pada 2027. “Mohon doa dan dukungannya,” ucapnya.
Kepala BBWS Sumatera VIII Agus Safari menjelaskan, luas kolam saat ini sekitar 0,4 hektare dengan daya tampung 9.600 kubik. Setelah ditambah lahan eks DPMPTSP, luasnya menjadi mendekati 1 hektare. “Nanti kalau ditambah dengan areal yang sudah diserahkan hari ini, maka luasnya mendekati satu hektare. Nanti ini akan kita gali sedalam sekitar 2 sampai 3 meter, volumenya akan menjadi 30.000 kubik,” jelas Agus.
Selain pengerukan, BBWS juga akan memperbaiki saluran di permukiman sekitar agar air lebih cepat mengalir ke kolam retensi, kemudian dipompa ke muara Sungai Bendung. “Mudah-mudahan ini segera kita kerjakan. Nanti semua saluran di kampung-kampung juga diperbaiki supaya cepat sampai ke sini,” katanya.
Agus menambahkan, durasi pekerjaan sekitar 15 bulan dengan kemungkinan perpanjangan jika dibutuhkan. Ia berharap seluruh masyarakat mendoakan agar pekerjaan berjalan lancar dan selesai dengan baik.
Laporan : Sandy
Posting : Imam Gazali












