Securitynews.co.id, PALEMBANG- Komitmen menghadirkan pendidikan yang merata dan berkeadilan terus diperkuat Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Disdik Sumsel) melalui penyelenggaraan bimbingan teknis (bimtek) strategi dan implementasi pendidikan inklusi bagi SMA/SMK se-Sumsel.
Kegiatan yang digelar di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Selasa (5/5/2026) ini diikuti oleh guru dan kepala sekolah dari 50 SMA/SMK negeri dan swasta yang mewakili 17 kabupaten/kota.
Bimtek berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Mei 2026, dengan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, termasuk dosen dari Universitas Pendidikan Indonesia.
Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Disdik Sumsel, Utui Tatang Suntani, S.T.I., M.M., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mendorong sekolah reguler agar mampu mengakomodasi peserta didik berkebutuhan khusus. “Pendidikan inklusi adalah amanat konstitusi. Tidak boleh ada anak yang tertinggal atau kehilangan akses pendidikan hanya karena keterbatasan fisik maupun kondisi tertentu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bimtek ini difokuskan pada peningkatan kapasitas guru dalam memahami karakteristik siswa berkebutuhan khusus sekaligus mengelola kurikulum yang adaptif dan inklusif. “Selama ini, banyak sekolah reguler belum memiliki tenaga pendidik dengan kompetensi khusus di bidang ini. Melalui pelatihan ini, guru-guru dibekali keterampilan praktis agar mampu memberikan layanan yang tepat dan humanis,” tambahnya.
Tatang juga menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Disdik Sumsel dalam memperluas implementasi pendidikan inklusi di sekolah umum. “Kami menargetkan ke depan semakin banyak SMA/SMK reguler yang siap menerima dan membina siswa berkebutuhan khusus, sehingga tidak terjadi lagi kesenjangan akses pendidikan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Disdik Sumsel, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan inklusi bukan sekadar program, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin kesetaraan hak pendidikan. “Anak-anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk belajar di sekolah umum. Mereka bukan hanya untuk diterima, tetapi juga harus dibimbing agar berkembang sesuai potensinya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para guru bahwa mendidik siswa berkebutuhan khusus membutuhkan dedikasi dan pendekatan yang lebih intensif. “Ini memang membutuhkan kesabaran dan keikhlasan lebih. Namun di balik itu, mereka memiliki potensi luar biasa yang bisa mengharumkan nama sekolah bahkan daerah,” ujarnya.
Mondyaboni mencontohkan, tidak sedikit siswa berkebutuhan khusus yang mampu berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik hingga tingkat nasional dan internasional. “Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti bimtek ini dengan sungguh-sungguh, sehingga ilmu yang diperoleh bisa langsung diterapkan di sekolah masing-masing,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Disdik Sumsel optimistis pendidikan inklusi di tingkat SMA/SMK akan semakin berkembang, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh pendidikan yang layak, setara, dan bermartabat di Sumatera Selatan.
Laporan : Sandy
Posting : Imam Gazali








