Asrul Respons Kritik Andreas soal Green SM: Jangan Hanya Bicara di Media

Securitynews.co.id, PALEMBANG- Menanggapi pemberitaan yang telah beredar luas di media sosial terkait pernyataan dari Anggota DPRD Kota Palembang dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Okdi Priantoro, yang mempertanyakan penambahan armada dan proses perizinan layanan taksi listrik Green SM di Kota Palembang, Ketua Umum DPD Asosiasi Driver Online (ADO) Sumatera Selatan Asrul Indrawan turut bicara. Pernyataan Ketua Umum DPD ADO Sumsel tersebut disampaikan langsung kepada awak media saat konfrensi Pers di kantor Sekretariat DPD ADO Sumsel Jumat (11/9/2026).

Adapun yang disampaikan Andreas yang sebelumnya meminta pemerintah membuka informasi mengenai kajian kebutuhan taksi, kuota armada, jumlah kendaraan yang telah beroperasi, hingga dasar dan persyaratan perizinan Green SM. Senin (7/9/2026).

Pernyataan itu mendapat respons keras dari Asrul. Ia menilai persoalan Green SM seharusnya tidak hanya dilihat dari sisi penambahan armada, tetapi juga dari kepentingan para pengemudi yang berharap adanya peralihan kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik.

Menurut Asrul, para pengemudi memiliki hubungan kemitraan dengan Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perhubungan. Ia menyebut kehadiran taksi listrik merupakan bagian dari upaya membuka peluang baru bagi pengemudi angkutan sewa khusus. “Dinas Perhubungan dan Wali Kota Palembang adalah mitra kami para pengemudi,” kata Asrul saat menggelar konferensi pers di Kedai ADO Presisi, Jumat (11/9/2026).

Ia mengatakan, terdapat kesepakatan yang menjadi dasar harapan pengemudi untuk dapat menggunakan kendaraan listrik.

Menurut dia, rencana tersebut juga berkaitan dengan persoalan operasional pengemudi yang selama ini harus menghadapi antrean pengisian bahan bakar.

Asrul menyebut ke depan akan ada sekitar 1.000 unit mobil listrik roda empat yang dipersiapkan untuk layanan angkutan sewa khusus.

Ia juga mengatakan pengembangan kendaraan listrik tidak berhenti pada roda empat, tetapi berpotensi dilanjutkan ke kendaraan roda dua.

Bagi Asrul, peralihan tersebut bukan sekadar soal teknologi transportasi. Ia menilai kendaraan listrik dapat mengurangi beban operasional pengemudi karena mereka tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bahan bakar minyak.

Asrul juga mempertanyakan sikap Andreas yang mempersoalkan keberadaan dan perizinan Green SM.

Ia mengatakan, anggota DPRD sebagai wakil rakyat semestinya juga mendengarkan aspirasi para pengemudi yang mendukung keberadaan taksi listrik.

Menurut Asrul, para pengemudi selama ini berjuang mendapatkan kesempatan untuk memperoleh kendaraan listrik dan menghadapi berbagai persoalan dengan aplikator.

Ia mempertanyakan keberadaan Andreas ketika para pengemudi membutuhkan dukungan dalam memperjuangkan kebutuhan armada. “Kalau beliau sebagai wakil rakyat, kami juga rakyat Palembang. Kami berharap perjuangan kami sebagai pengemudi juga diperhatikan,” ujar Asrul.

Asrul bahkan menilai pernyataan yang mempertanyakan kehadiran Green SM berpotensi menimbulkan kekhawatiran terhadap investasi dan keberlanjutan layanan tersebut.

Menurut dia, ada ribuan pengemudi yang berharap memperoleh manfaat dari bertambahnya armada kendaraan listrik.

Asrul meminta Andreas tidak hanya menyampaikan persoalan Green SM melalui media, tetapi bersedia bertemu langsung dengan perwakilan pengemudi untuk membahas persoalan tersebut.

Ia memberikan waktu 2×24 jam kepada Andreas untuk berdialog dengan para pengemudi.

Asrul mengatakan, apabila tidak ada ruang dialog dalam batas waktu tersebut, para pengemudi berencana mendatangi gedung DPRD Kota Palembang pada Kamis untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. “Kami berharap Pak Andreas tidak membuat keresahan di masyarakat. Mari kita duduk bersama, kita berdialog. Kalau memang ada persoalan, mari kita selesaikan bersama,” pungkas Asrul.

Laporan : Sandy

Posting  : Imam Gazali