Yusuf Malaya Dorong Persatuan Ormas di Sumsel, Targetkan 95 Persen Organisasi Bersatu Jaga Kondusivitas Daerah

Securitynews.co.id, PALEMBANG– Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) di Sumatra Selatan untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat komitmen menjaga kedamaian di tengah masyarakat. Hal itu terlihat dalam kegiatan Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Koalisi Ormas Bersatu Sumsel yang digelar di Markas Besar Harimau Sumatera Bersatu (HSB), Jalan Sultan M Mansyur, Kecamatan Ilir Barat II, Kota Palembang, Senin (9/3/2026).

Kegiatan yang diprakarsai oleh Ormas HSB tersebut mengusung tema “Mempererat Hubungan Persaudaraan dan Menumbuhkan Rasa Kekeluargaan” dalam suasana Ramadan 1447 Hijriah. Acara ini dihadiri sejumlah pimpinan ormas, tokoh agama, serta tokoh masyarakat di Sumatra Selatan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Tokoh Ulama Habib Amak Sihab serta Tokoh Masyarakat Diki Haitami yang juga merupakan Dewan Pembina dan Penasehat DPP HSB.

Selain itu, sejumlah pimpinan ormas yang tergabung dalam Koalisi Ormas Bersatu Sumsel juga hadir, di antaranya Ketua Umum DPP HSB H Satria Amri Ramadhan, S.IP., M.M, Ketua PMPB Sumsel M Yusuf Malaya, Ketua DPW PEKAT IB Sumsel Ir Suparman Romans, Ketua DPD FCS Sumsel Gerry Hari Wijaya, Ketua PPM Sumsel Gerty Gunung Iskandar Alamlah, serta Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Palembang Nursyamsu M.A.H Iding.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PMPB Sumsel M Yusuf Malaya menegaskan pentingnya persatuan antarormas sebagai kekuatan sosial dalam menjaga stabilitas dan ketertiban di tengah masyarakat.

Menurutnya, setiap organisasi memiliki visi, misi, serta aturan organisasi (AD/ART) yang pada dasarnya bertujuan untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. “Tidak ada organisasi yang mengajarkan anggotanya untuk membuat keributan atau menjadi preman. Semua organisasi memiliki tujuan baik dan diisi oleh orang-orang yang ingin berbuat untuk masyarakat,” kata Yusuf Malaya.

Ia bahkan menargetkan sekitar 95 persen organisasi kemasyarakatan di Sumatera Selatan dapat bersatu dan berkoalisi dalam satu semangat kebersamaan untuk menjaga keamanan dan kedamaian daerah. “Target kami ke depan, minimal 95 persen ormas di Sumsel bisa bersatu. Namun tentu hal itu hanya bisa terwujud jika semua pihak memiliki keinginan yang sama untuk menjaga persatuan,” ujarnya.

Yusuf juga mengakui bahwa dirinya memiliki keterbatasan dalam berbagai hal. Namun hal tersebut tidak menghalanginya untuk terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Saya menyadari memiliki banyak keterbatasan, baik dari segi ilmu maupun kemampuan. Tetapi yang terpenting adalah niat untuk berbuat dan memberikan kerja nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ia berharap keberadaan ormas dapat menjadi wadah yang mampu merangkul berbagai lapisan masyarakat serta menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan sosial di daerah.

Menurut Yusuf, salah satu kontribusi penting yang dapat diberikan ormas adalah menciptakan rasa aman, nyaman, dan damai di tengah masyarakat. “Yang paling penting adalah bagaimana ormas bisa menghadirkan rasa aman dan damai di tengah masyarakat. Itu yang harus menjadi tujuan bersama,” ujarnya.

Yusuf juga mengingatkan agar setiap anggota organisasi tidak membawa nama ormas dalam persoalan pribadi yang berpotensi menimbulkan konflik. “Jika ada persoalan pribadi, jangan membawa-bawa nama organisasi. Kita harus menjaga nama baik organisasi masing-masing,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh ormas di Sumatera Selatan untuk bersinergi dengan pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas daerah.

Menurutnya, mulai dari tingkat DPD hingga ranting, ormas harus memiliki komitmen yang sama untuk ikut berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat. “Ormas harus menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Kita harus bersama-sama memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah dan masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Yusuf juga menyampaikan bahwa PMPB Sumsel telah menyediakan layanan bantuan hukum gratis bagi anggota maupun masyarakat yang membutuhkan, sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat.

Ia berharap kegiatan silaturahmi antarormas seperti ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna memperkuat komunikasi dan kebersamaan. “Mudah-mudahan silaturahmi seperti ini bisa terus berlanjut. Dengan komunikasi yang baik, masalah besar bisa diperkecil, dan masalah kecil bisa diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Yusuf menilai persatuan antarormas akan menjadi kekuatan sosial yang besar dalam menjaga keharmonisan masyarakat serta mendukung terciptanya kondisi yang kondusif di Sumatera Selatan.

Laporan : Sandy

Posting  : Imam Gazali