Securitynews.co.id, PALEMBANG- Nihar Hamzah ST, MM selaku Kepala UPTD KIR Dishub Palembang saat dijumpai di ruang kerjanya Rabu (9/9/20) mengatakan, pada akhir 31 Maret terjadi penutupan KIR Palembang dan akhirnya dibuka lagi awal 1 September 2020 tadi sehingga Uji KIR kendaraan yang selama ini ditunggu sudah membludak di jalan.
Diperkirakan selang waktu sekitar ada 6 bulan akan ada sebanyak 20 ribu lebih kendaraan belum teruji KIR. Tentu saja saat UPTD KIR ini dibuka semua pemilik kendaraan berlomba mendaftarkan kendaraannya. Akibatnya kemacetan pun terjadi di jalanan.
Nihar juga menambahkan, dengan beberapa metode dari pihaknya sudah bisa diatasi. Pertama adalah dengan membagikan nomor antrean dari 250- 300 kendaraan perharinya.
Jika kendaraan sudah memiliki nomor antrean maka akan diarahkan oleh petugas untuk parkir di tempat lain terlebih dahulu. ”Jika sudah mendekati jam pengecekan maka disarankan untuk datang kembali ke sini,” katanya.
Untuk mengantisipasi kemacetan di jalan. Pihaknya sudah menambah jam operasional layanan. Seharusnya jam operasional buka dari pukul 08.00 WIB, maka saat ini dibuka pukul 06.00 WIB.
Karena banyak kendaraan yang sudah mengantre dari semalam, maka pihak UPTD KIR mulai membuka pukul 4 pagi. Sehingga pukul 6 pagi di jalanan tidak ada lagi kendaraan yang menumpuk.
Dia juga menambahkan, pihaknya terhitung pada awal Januari lalu sudah membuat layanan secara online untuk uji KIR sendiri. Jadi para pemilik kendaraan tidak lagi memakai buku KIR. Semua dilakukan secara online.
Jadi pemilik kendaraan mempunyai smartcart seperti KTP. Kemudian bisa discan setelah mendapat blanko. Semua data sudah terinput ke dalam komputer. Jadi jika pemilik kendaraan kehilangan kartu tersebut. Tinggal meminta keterangan kepolisian maka akan dicetak kembali kartunya. Sedangkan data kendaraan sudah tersimpan aman di dalam aplikasi itu sendiri.
Palembang, Muba, dan OKU Timur merupakan tiga daerah yang mempunyai dan melakukan sistem ini. Dimana ini merupakan kebijakan dari pusat.
Laporan : Akip
Editor/Posting : Imam Ghazali







