oleh

PGK OKI Ingatkan Janji Bupati OKI

Securitynews.co.id, KAYUAGUNG-Pandemi Covid-19 selain berdampak pada kesehatan dan perekonomian masyarakat juga berdampak pada sosial dan budaya bahkan terhadap dunia pendidikan sekarang ini.

Untuk itu Pemerintah Kabupaten OKI melalui gugus tugas penanganan Covid-19 OKI telah melakukan langkah-langkah kongkrit untuk mengatasi berbagai permasalahan dampak dari wabah Covid-19 tersebut. Seperti, pemberian bantuan sosial untuk kepala keluarga miskin baru dengan memberikan bantuan berupa bahan jenis sembako selama 3 bulan (April, Mei, dan Juni), pemberian dana stimulus kepada ribuan UMKM, penerapan 3 M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) dan menjanjikan kepada para mahasiswa asal Kab OKI baik yang kuliah di wilayah OKI Sumsel maupun di luar wilayah OKI untuk mendapatkan ranah insentif bagi para mahasiswa.

Terkait pemberian insentif bagi para mahasiswa asal OKI tersebut, Bupati OKI H Iskandar SE pada forum dialog menyikapi aksi demo mahasiswa, buruh dan petani pada Hari Kamis (6/8/2020) lalu telah memerintahkan Dinas Pendidikan OKI untuk mendata para mahasiswa asal OKI yang saat ini masih aktif kuliah baik di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta bahkan yang ada di Perguruan Tinggi di Luar Negeri agar segera didata yang nantinya akan diusulkan untuk mendapatkan insetif biaya kuliah bagi mahasiswa asal OKI yang terdampak Covid-19. Dari hasil pendataan dan verifikasi maupun validasi data usulan paraahasiswa tersebut, jumlah mahasiswa yang telah terdaftar dan sudah terverifikasi dan valid datanya sebagai mahasiswa OKI yang masih aktif kuliah lebih kurang sebanyak 5100 orang mahasiswa.

Akan tetapi apa yang dijanjikan oleh Bupati OKI kepada para mahasiswa tersebut hingga Bulan Oktober 2020 sepertinya hanya isapan jempol belaka.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPD PGK) OKI Achik Muhrom S.Sos, Kamis 01 Oktober 2020.
Dikatakannya, terkait penyaluran bantuan kepada Mahasiswa asal Kab. OKI yang pernah dijanjikan oleh Bupati OKI Iskandar SE hingga saat ini belum titik terang, berapa jumlah konkret mahasiswa yang akan menerima bantuan bahkan bantuan dalam bentuk apa kita belum tahu, apakah akan dibantu hanya satu bulan atau bahkan berkelanjutan sampai Pandemi Covid-19 ini selesai kita belum tahu. Sementara dampak Covid-19 khususnya bagi mahasiswa sangat terasa.

Mengenai belum adanya realisasi bantuan dana bagi mahasiswa asal OKI tersebut, Achik Muhrom mengingatkan kepada pemerintah kabupaten OKI khususnya Iskandar SE selaku Bupati OKI, untuk tidak lupa menuntaskan janji-janjinya tersebut. ”Mengapa saya mengatakan seperti itu, karena dalam pekan terakhir ini banyak kawan-kawan mahasiswa mengeluh dan mengadu, menanyakan terkait bantuan Bupati kepada mereka selaku mahasiswa aktif. Yang mana sampai saat ini tidak kunjung datang,” ungkapnya.

Maka dari itu jangan sampai perihal tersebut menjadi polemik dan kemarahan para kawan-kawan mahasiswa, baik kawan-kawan yang terlibat dalam organisasi pemuda dan kemahasiswaan maupun mahasiswa nonorganisasi. ”Karena jika bantuan tersebut tidak juga diterima oleh para mahasiswa, maka kami dan semua mahasiswa merasa kecewa karena Pak Bupati OKI pemimpin yang PHP (Pemberi Harapan Palsu),” tandasnya.

Laporan : Aliaman
Editor/Posting : Imam Ghazali

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed