Oleh: Siti Khairunnisa
Serangan Zionis Israel di Palestina masih berjalan. Upaya perdamaian yang diusulkan oleh organisasi perdamaian dunia, tak menunjukkan sedikitpun harapan untuk pembebasan Palestina.
Sejak gencatan senjata pada 2025, israel masih terus menyerang pemukiman warga. Andalou Ajansi melaporkan serangan militer Israel di wilayah Khan Younis, Al Mawasi, juga serangan udara di Tuffah–sebelah timur kota Gaza. Andalou Ajansi juga mencatat, terhitung sejak Oktober 2025, dalam masa gencatan senjata, serangan militer Israel telah menewaskan sedikitnya 442 nyawa dan melukai 1.236 orang.
Tak hanya itu, Israel juga membatasi masuknya bantuan kemanusiaan, sehingga warga Palestina masih harus berjuang dengan kelaparan dan minimnya penanganan medis.
Selain serangan yang terus berlangsung, otoritas Israel juga terus berusaha menguasai wilayah Palestina. Hal ini diwujudkan dengan membangun 19 pemukiman baru di Tepi Barat. Israel juga berencana membangun 356 unit rumah di wilayah Yerusalem Timur. (Dilansir Metrotvnews, 22 Desember 2025).
Di tengah gencatan senjata yang terus dilanggar serta pembangunan pemukiman ilegal, Presiden AS Donald Trump muncul dengan ide perdamaian Gaza yang ia tuangkan dalam 20 poin.
Poin Trump ini tak lain adalah bentuk kerja sama barat dan zionis untuk menguasai Palestina. Di dalam gagasan yang ia sebut sebagai proposal perdamaian, Trump mengusulkan agar Palestina nantinya dipimpin oleh lembaga internasional baru, dan seluruh partai politik maupun militer Gaza dilarang terlibat.
Proposal perdamaian Trump ini tak jauh beda dengan solusi dua negara oleh PBB, yang tujuan akhirnya tetap sama, yakin menguasai kawasan suci al-aqsa.
Kekejian dan arogansi zionis sebenarnya sudah Allah sampaikan dalam Al-Qur’an, sebagaimana yang tertera di surah Al Baqarah. “Kemudian, kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (sesamamu) dan mengusir segolongan darimu dari kampung halamannya. Kamu saling membantu (menghadapi) mereka dalam kejahatan dan permusuhan.” (Al-Baqarah 2:85). “Mengapa setiap kali rasul datang kepadamu (membawa) sesuatu (pelajaran) yang tidak kamu inginkan, kamu menyombongkan diri? Lalu, sebagian(-nya) kamu dustakan dan sebagian (yang lain) kamu bunuh?” (Al-Baqarah 2: 87)
Juga tentang kebiasaan mereka melanggar perjanjian, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Maidah ayat 12 dan 13: “Sungguh, Allah benar-benar telah mengambil perjanjian dengan Bani Israil dan Kami telah mengangkat dua belas orang pemimpin di antara mereka. Allah berfirman, “Aku bersamamu. Sungguh, jika kamu mendirikan salat, menunaikan zakat, beriman kepada rasul-rasul-Ku dan membantu mereka, serta kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, pasti akan Aku hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Aku masukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Maka, siapa yang kufur di antaramu setelah itu, sungguh dia telah tersesat dari jalan yang lurus. “Namun karena mereka melanggar janjinya, Kami melaknat mereka dan Kami menjadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah firman-firman (Allah) dari tempat-tempatnya dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Engkau (Nabi Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka, kecuali sekelompok kecil di antara mereka (yang tidak berkhianat). Maka, maafkanlah mereka dan biarkanlah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang muhsin.”
Melihat zionis dan barat yang semakin menunjukkan jati dirinya dalam membenci islam dengan mengerahkan segala kekuasaan dan privilese mereka untuk menghancurkan ummat muslim, sudah sepatutnya kita tak menaruh kepercayaan pada apapun yang mereka tawarkan.
Apalagi melihat track record buruk mereka yang selalu berkhianat tak akan merubah apapun di Gaza, malah sebaliknya mereka akan semakin leluasa menguasai wilayah di Gaza.
Sejatinya, pembebesan Palestina, hanya mampu dicapai dengan mengusir penjajah dari bumi syam, seperti yang dilakukan Ummar bin Khattab dan Salahuddin Al-Ayyubi saat membebaskan Baitul Maqdis.
Zionis tak akan pernah memahami dan mengindahkan segala bentuk diplomasi maupun jalan perdamaian apapun. Terlebih, dunia yang saat ini dikuasai barat juga terus menunjukkan keberpihakan pada Israel dengan mengusung solusi khianat seperti two-states solution dan Trump’s 20-points Gaza Peace Plan.
Meski banyak negara mengecam dan menuntut Netanyahu untuk ditangkap dan diadili, sampai saat ini belum ada yang mampu mengambil aksi nyata. Israel nyatanya kebal terhadap hukum internasional.
Maka semakin jelas, satu-satunya jalan untuk membebaskan Palestina, juga banyak ummat muslim lain yang teraniaya seperti di Sudan, Uyghur, dan Rohingya adalah dengan jihad di bawah naungan Khilafah. Wallahu a’lam bishawab.







