Oleh : Nina Fanindra (Aktivis Dakwah)
Gencatan senjata yang diumumkan oleh pihak Amerika Serikat pada fase kedua hanyalah omong kosong belaka. Saat ini Gaza masih saja mendapat kiriman rudal berkali-kali hingga menewaskan warga Palestina. BoP yang ditawarkan sebagai solusi perdamaian juga ternyata tidak memberikan efek yang menggembirakan bagi pihak Palestina. Justru sebaliknya, Israel masih saja mengusik, mengusir, merobohkan rumah warga di Gaza. Ini membuktikan bahwa Israel benar-benar ingin menguasai wilayah Palestina.
Jakarta, CNN Indonesia — Militer Israel kembali melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan menggempur habis-habisan Jalur Gaza, Palestina, pada Rabu (4/2). Imbas serangan Israel 23 orang termasuk anak-anak tewas. Dua orang lainnya tewas akibat serangan udara Israel di kamp tenda pesisir Al Mawasi dan Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan salah satu korban adalah petugas tanggap darurat pertama, Hussein Hasan Hussein al-Sumairy
Kontributor Al Jazeera di Gaza, Tareq Abu Azzoum juga mengatakan rumah warga tak luput jadi sasaran pasukan Israel. ”Terjadi peningkatan aktivitas militer Israel di Gaza dalam beberapa jam terakhir,” kata dia.
”Kita bisa mendengar suara drone Israel yang melayang di atas kepala, yang menandakan potensi serangan lebih lanjut yang mungkin terjadi.”
Di tengah serangan Israel yang meningkat, Palang Merah Palestina menyatakan Israel membatalkan koordinasi untuk kelompok ketiga pasien Palestina yang akan meninggalkan Jalur Gaza melalui penyeberangan Rafah pada Rabu.
Sejak gencatan diterapkan pada Oktober lalu, pasukan Israel telah membunuh 520 warga di Palestina. Sebelum gencatan, Israel meluncurkan agresi ke Gaza sejak Oktober 2023. Imbas tindakan ini lebih dari 70.000 warga di Palestina tewas dan jutaan orang terpaksa mengungsi.
Berulang kali Israel telah melanggar gencatan senjata, namun tidak ada tindakan apa-apa dari badan perdamaian dunia. Seluruh dunia bahkan negeri muslim sekalipun seolah menutup mata dan bungkam atas tragedi yang menimpa rakyat Gaza. Ini bukan lagi dikatakan perang, tetapi terang-terangan merupakan genosida yaitu tindakan sistematis dan terencana untuk menghancurkan, memusnahkan, atau melenyapkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, etnis, atau agama. Ini adalah kejahatan internasional berat yang melampaui pembunuhan massal, mencakup tindakan fisik maupun mental yang bertujuan menghilangkan eksistensi kelompok tersebut.
Gencatan senjata dan BoP hanyalah sandiwara Amerika dan Israel saja, tujuan mereka hanya untuk melanggengkan penjajahan di Palestina. Para penguasa Negeri-negeri Muslim bahkan tak punya nyali melawan negara sekelas penjajah. Dengan alasan mencegah perang semakin meluas.
Inilah bukti bahwasanya dunia sedang dikuasai oleh sistem kapitalisme sekuler. Mereka mendapatkan kekuasaan dengan menggunakan hawa nafsu. segala cara dilakukan untuk memperoleh keinginan dalam mencapai tujuan yang bersifat duniawi. Gaza dan Palestina seolah-olah milik Amerika dan israel. mereka memperlakukan Gaza dengan tidak manusiawi. Negara-negara di seluruh dunia harus menuruti semua keinginan Amerika. Jika tidak menuruti kemauannya, maka Amerika akan memberi ancaman kepada negara-negara yang tidak mau bergabung dalam BoP.
Badan PBB saat ini hanya sebagai alat melegitimasi penjajahan gaya baru yang merupakan ambisi negara Eropa Barat dan Amerika. Hukum buatan manusia terbukti tidak dapat mencapai keadilan yang hakiki. Bahkan hukum internasional hanya menguntungkan segelintir negara. Inilah bentuk kesewenangan Amerika terhadap negara lain.
Saat ini dunia membutuhkan kepemimpinan global baru, yaitu Islam. Islam telah terbukti memiliki aturan yang hakiki dan juga tegak berdasarkan syariat agama. Di dalam aturan Islam, sebuah negara dapat menjalin hubungan internasional tanpa adanya paksaan, tekanan, dan bersifat kerelaan dalamq hukum internasional. Tatanan global ini akan mewujudkan perdamaian keadilan, apabila khilafah islamiyah ditegakkan di dunia. Sebagaimana dikatakan dari Imam al-Ghazali dalam kitab Al-Iqtishad fil I’tiqad. Agama adalah fondasi, sementara kekuasaan/negara adalah penjaganya; asas akan runtuh tanpa penjaga, dan penjaga akan sia-sia tanpa asas. Saat ini umat harus bersikap tegas terhadap narasi gencatan senjata yang di gembar-gemborkan Amerika – Israel. Kesatuan umat sangat dibutuhkan untuk melawan hegemoni kaum penjajah kafir. Tentu saja dengan memahamkan umat dan para penguasa muslim untuk melakukan jihad dan mendorong penyatuan negeri-negeri Muslim di bawah naungan khilafah. Wallahu ‘alam.













