Securitynews.co.id, SEKAYU- Tokoh masyarakat Kecamatan Sungai Lilin Desa Pinang Banjar Wahyu Adam mengungkap salah satu penyebab kerusakan jalan dan jebolnya gorong-gorong di Simpang Talang Siku Desa Pinang Banjar Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menuju kabupaten kini mulai hancur. ‘’Hal itu diduga akibat yakni truk Fuso bermuatan Batu Seplit 32 tons diduga milik vendor PT HKI (Hutama Karya Indonesia) yang melintas melebihi muatan ketahanan jalan yang telah ditetapkan sumbu 8 ton oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba),’’ ujarnya, Sabtu (7/3/26).
Konvoi puluhan kendaraan tersebut melintas setiap hari di Jalan Simpang Talang Siku Desa Pinang Banjar. ‘’Tunggu saatnya hancur!” ujar warga setempat seraya memprotes dengan meletakkan “Ban Bekas” di batas marka jalan.

“Kini tunggu saja saatnya kehancuran jalan tersebut, jalan yang sudah diperbaiki pemerintah bukannya dijaga dan dipelihara, dan dirusak oleh Truk Fuso yang melintas setiap harinya muatannya melebihi sumbu muatan 8 ton, itu terjadi jalan di kawasan Simpang Talang Siku Desa Pinang Banjar Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatra Selatan,’’ jelasnya lagi.
Penyebab Kerusakan jalan salah satunya, akibat dari lemahnya pengawasan pemerintah daerah sendiri, selain itu juga beban kendaraan yang keluar masuk juga melebihi kapasitas. “Seharusnya sejak lama pemerintah daerah bisa bersikap tegas, mengenai kerusakan jalan ini. Seperti halnya di Jalan Simpang Talang Siku akses menuju kabupaten, padahal itu adalah jalan permukiman warga Desa Pinang Banjar Kecamatan Sungai Lilin menuju Kabupaten, benar saja dibiarkan cepat rusak,” ungkap Wahyu.
Dia menilai kerusakan jalan bisa ditekan apabila ada ketegasan dari pemerintah daerah sendiri, jika truk Fuso melintas tidak boleh lebih dari 8 ton. Kalau mau jangan mobil Fuso yang masuk, truk biasa seperti kendaraan truk roda 6 milik warga yang melintas bawa buah sawit .
Menurut Wahyu Adam, pemerintah mestinya menyurati menindak tegas kepada pihak-pihak perusahaan tersebut untuk segera menyetop kendaraan Fuso yang muatannya melebihi sumbu 8 tons. Tidak dibiarkan seakan Pemerintah yang terkait tutup mata, tutup telinga, dan membiarkan kendaraan Fuso tetap beroperasi melintas di Jalan Simpang Talang Siku. “Sekarang kondisi jalannya sudah bergelombang dan gorong-gorong jebol, sejumlah jalan pasca diperbaiki tahun lalu, dan tidak lama lagi jalan tersebut diperkirakan akan hancur, karena Truk Fuso milik PT. HKI (Hutama Karya Indonesia) bermuatan batu Seplit 42 ton dan tidak bisa lagi ditambal sulam,’’ tandasnya.
Laporan : M. Ridwan
Posting : Imam Gazali








