Securitynews.co.id, PALEMBANG – Puluhan juta batang rokok dan ribuan botol miras ilegal dimusnahkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kanwil Sumatera Bagian Timur (Sumbagtim). Total nilai barang ilegal yang dihancurkan mencapai Rp 40,33 miliar.
Dari aksi ini, negara berhasil diselamatkan dari potensi kerugian cukai dan pajak sebesar Rp 20,56 miliar.
Pemusnahan massal dipimpin langsung Kepala Kanwil DJBC Sumbagtim, Ir. Agus Sudarmadi, http://M.Sc., sejak 26 Oktober 2026. Pemusnahan dilakukan di dua lokasi, yakni halaman Kantor Wilayah DJBC Sumbagtim dan di fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Palembang.
Tak sekadar dimusnahkan, limbah rokok dan miras ilegal itu diolah menjadi energi listrik. Langkah ramah lingkungan ini diambil agar pemusnahan memberi manfaat bagi masyarakat.
HASIL 229 KALI PENINDAKAN
Barang yang dimusnahkan merupakan hasil dari 229 Surat Bukti Penindakan (SBP) selama 2025-2026. Jumlahnya fantastis: 22.447.700 batang rokok ilegal, 9.764 botol miras ilegal setara 6,8 juta ml, 114 kg tembakau iris, 40 ml cairan vape, 258 meter kain tekstil, dan 542 pcs pakaian bekas impor.
Selain dimusnahkan, Bea Cukai juga menempuh jalur Ultimum Remedium berupa denda administrasi. Dari jalur ini, negara kembali meraup Rp 4,5 miliar. “Ini bukti komitmen kami menekan peredaran barang ilegal, melindungi masyarakat, dan menciptakan iklim usaha yang adil bagi pengusaha yang patuh,” tegas Agus Sudarmadi, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, penindakan ini menjalankan empat fungsi utama Bea Cukai, yakni sebagai pengumpul pendapatan negara, pelindung masyarakat, fasilitator perdagangan, dan pendamping industri.
Kinerja DJBC Sumbagtim sepanjang 2025-2026 terbilang tinggi. Tercatat 1.573 penindakan di bidang kepabeanan dan cukai, plus 119 penindakan narkotika.
Bea Cukai mengingatkan, rokok dan miras ilegal tidak hanya merugikan negara, tapi juga berbahaya bagi kesehatan dan merusak persaingan usaha.
Karena itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk bersama menolak barang ilegal demi perdagangan yang tertib, adil, dan berkelanjutan di Sumatera Bagian Timur.
Laporan : Sandy
Posting : Imam Gazali














