Angkutan Batu Bara Menuju Pelabuhan Milik PT EPI di Desa Prambatan Bakal Beroperasi 24 Jam

Securitynews.co.id, PALI- Angkutan batu bara menuju pelabuhan khusus milik PT Energate Prima Indonesia (EPI) di wilayah Desa Prambatan Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akan beroperasi penuh 24 jam.

Rencana beroperasi penuh angkutan batu bara tersebut seiring rampungnya jalan khusus yang dibangun di sepanjang 13 kilometer yang memangkas penggunaan jalan umum di sejumlah desa dalam wilayah Kabupaten PALI.

Menyikapi rencana angkutan batu bara beroperasi penuh, Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kartika Anwar menyatakan pihaknya telah menerima ajuan tersebut dan belum lama ini telah melakukan survei kesiapan pihak perusahaan terutama akses jalan. “Kami telah melakukan survei kesiapan perusahaan, dan dari Dishub kabupaten hanya memberikan dukungan bukan izin melintas. Sebab yang memberi izin adalah wewenang Kementerian Perhubungan RI,” ujar Kartika Anwar, Minggu 10 Desember 2023.

Diakui Tika sapaan keseharian Plt Kepala Dishub PALI bahwa dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengeluarkan surat dukungan rencana angkutan batu bara untuk beroperasi penuh.  “Surat dukungan akan kita keluarkan. Surat dukungan bukan izin. Setelah surat dukungan dari kita keluar, nantinya pihak perusahaan mengajukan ke Dishub provinsi,  dan akan keluar dari provinsi rekomendasi yang nantinya menjadi rujukan Kementerian Perhubungan mengeluarkan izin,” sebutnya.

Sebelum melakukan survei atau mengeluarkan surat dukungan, Tika mengaku pihaknya telah melakukan koordinasi dengan perusahaan lainnya terutama pihak Pertamina.  “Ada berita acara persetujuan dari sejumlah perusahaan yang melintas jalan dari Simpang Raja menuju Simpang Benakat Timur atau jalan Camp Topo yang disaksikan Dishub PALI dan provinsi. Pada intinya jalan bersama yang dilalui perusahaan angkutan batu bara harus dirawat bersama agar aktivitas warga juga lancar,” imbuhnya.

Selain melihat kesiapan perusahaan yang sudah matang, Tika juga mengungkapkan bahwa dengan beroperasinya armada batu bara penuh akan membawa dampak positif bagi perekonomian warga. “Pengemudi angkutan batu bara hampir 90 persen warga PALI, dengan beroperasinya 24 jam secara tidak langsung menambah penghasilan mereka. Belum lagi pedagang makanan serta usaha lainnya yang akan hidup,” ungkapnya.

Apabila angkutan batu bara benar-benar telah beroperasi penuh, Tika menekankan pihak pengelola atau perusahaan agar mematuhi perjanjian yang telah disepakati.  “Jangan sampai ada kendala di kemudian hari, maka patuhi kesepakatan. Pasang rambu-rambu dimana ada titik pipa pertamina, dahulukan masyarakat dan atur jumlah konvoi kendaraan agar tidak ada yang terganggu,” pesannya.

Laporan : A. Chandra
Posting : Imam Gazali