Securitynews.co.id, PALEMBANG- Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang menyelenggarakan launching layanan Stem Cell. Acara tersebut diadakan di Gedung Aula Graha Eksekutif lantai 8 RSMH Palembang, pada Selasa (19/5/2026).
Dalam dunia medis atau dunia kedokteran Stem Cell sangat berguna dan sangat diperlukan oleh tubuh manusia, dalam penjelasan secara medis atau dalam ilmu kedokteran Stem Cell adalah sel biologis dasar yang berfungsi sebagai “pabrik” pembentuk sel baru.
Secara dunia medis juga Stem Cell berfungsi sebagai sistem perbaikan alami tubuh. Fungsi utamanya meliputi:
Regenerasi Jaringan: mengganti dan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak, menua atau mati.
Pembaruan Diri: membelah diri menjadi sel yang baru yang identik untuk menjaga persediaan di dalam tubuh.
Dalam kesempatan ini Ketua Tim Stem Cell Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang prof. Dr. dr. Radiyati Umi Partan. SP. PD, K-R, mengatakan, Kegiatan hari ini adalah peresmian klinik stem cell dengan nama Hostem Klinik di Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang.
Hostem ini singkatan dari Rumah Sakit Muhammad Husein Stem Cell Klinik. Jadi disingkat menjadi Hostem. Tujuannya apa? Agar masyarakat Sumatra Selatan dan sekitarnya dapat.
Mendapatkan layanan stem cell tidak harus ke tempat lain, tidak harus ke luar Sumatra untuk mendapatkan layanan tersebut. ‘’Di Sumatra ini hanya ada dua, yaitu Rumah Sakit M. Jamil Padang dan Rumah Sakit Muhammad Husein Palembang,” ujar Prof. Radiyati.
Harapannya untuk penyakit-penyakit tertentu yang memiliki indikasi pemberian stem sel, dapat diberikan stem sel ini. ‘’Stem sel itu apa? Tadi sudah saya jelaskan bahwa sebenarnya di dalam tubuh kita itu ada dikasih Allah stem sel. Stem cell itu adalah sel yang bisa menggantikan sel-sel yang rusak, sel-sel yang aus, sel-sel yang mati, sehingga menjadi sehat kembali. Namun, pada saat kondisi kita sudah mulai tua atau dalam keadaan sakit, sel itu tidak mampu untuk memperbaiki. Sehingga kita memasukkan stem sel ke dalam tubuh kita sehingga kita menjadi sehat dan normal kembali,’’ paparnya.
Untuk batas usia jelas Prof Radiati lagi, “Tidak ada batas usia, tapi pada prinsipnya setiap dokter harus mengenali risiko-risikonya. Artinya seperti yang saya jelaskan bahwa orang yang memiliki risiko menjadi kanker.’’
Atau keluarga menderita kanker tidak boleh diberikan stem cell, karena sel ini akan dapat memicu yang tadinya normal, sel kankernya menjadi timbul. Itu jadi harus berkonsultasi dengan dokter ahli yang menguasai tentang stem cell ini.
Untuk efek samping dari Stem Cell itu sendiri secara lugas Prof Radiyati menjelaskan, efek sampingnya ada, pemberian stem cell antara lain alergi, dan alergi itu bisa berat sekali, misalnya pada riwayat alergi dengan syok anafilaktik. Syok anafilaktik itu apa? Dia begitu dikasih karena itu dari donor, biasanya dia akan pingsan dan menjadi tidak sadar. ‘’Jadi untuk mencegah penyakit antara lain pada pengapuran sendi yang sering kita berikan, autoimun, luka bakar, terus kemudian, pada orang patah tulang tapi jaringannya tidak nyambung, sehingga kita kasih stem cell supaya cepat nyambung. Misalnya ada luka kan tulangnya hilang misalnya, kan tidak nyambung. Jadi kita kasih stem cell supaya tulangnya nyambung lebih cepat. Misalnya seperti itu, supaya gampang menggambarkan bagaimana kebutuhan stem cell di dalam tubuh kita. Mungkin seperti itu,” pungkasnya.
Laporan : Sandy
Posting : Imam Gazali








