Mesjid Al Ghazali Unsri Peringati Nuzulul Quran 1447 H

Securitynews.co.id, PALEMBANG- Pengurus Mesjid Al Ghazali Unsri yang dimotori oleh Ketua Mesjid H. Zainuddin Nawawi menyelenggarakan peringatan Nuzulul Quran Tahun 1447 H, pada Kamis malam Jumat atau bakda Sholat Tarawih dan Witir, tanggal 5 Maret 2026.WhatsApp Image 2026 03 06 at 10.21.52 (1)

Sebelum tausiyah Nuzulul Quran disampaikan, acara dibuka dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh Ustadz Arshandy, SPd, marbot dan salah satu pengajar di TPA Mesjid Al Ghazali Unsri. ‘’Melalui acara peringatan Nuzulul Quran yang setiap tahun kita selenggarakan semoga tidak menjadikannya sebagai suatu peringatan seremonial belaka, melainkan penuh ajakan untuk menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup sehari-hari. Hikmah Nuzulul Quran, yang diperingati setiap Bulan Suci Ramadan, adalah momentum penting bagi umat Islam untuk mengenang turunnya wahyu pertama dan menjadikan Al-Quran sebagai pedoman utama hidup. Ini menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperdalam pemahaman, dan mengamalkan ajaran Islam dalam perilaku sehari-hari agar lebih bertaqwa,’’ jelas Ketua Mesjid singkat, sebelum acara.

Setelah itu, mubaligh senior K.H. Drs. Abdul Karim Subki dalam tausyiah yang disampaikan sekitar 30 menit lebih tersebut, terus memaparkan penuh semangat tentang hikmah Nuzulul Quran di hadapan  sekitar 200 jemaah yang sempat hadir, yang  mendengarkan secara khusuk materi tausiyah yang disampaikan.

Dalam paparannya, Ustadz Abdul Karim anatara lain memaparkan hikmah utama dari peristiwa Nuzulul Quran. Yakni antara lain, menjadikan Al-Quran sebagai Petunjuk Hidup (Hudan). Nuzulul Quran menegaskan bahwa Al-Quran adalah petunjuk yang sempurna bagi manusia untuk membedakan yang hak dan bathil.

‘’Momentum Meningkatkan Kualitas Diri: Ini adalah saat yang tepat untuk merefleksikan diri, memperbaiki akhlak, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui tadarus dan amalan lainnya. Penyembuh dan Ketenangan Hati: Membaca dan merenungi Al-Quran dapat memberikan ketenangan jiwa dan obat dari penyakit hati, sebagaimana diisyaratkan dalam Al-Quran. Meningkatkan Semangat Menuntut Ilmu: Wahyu pertama, “Iqra'” (bacalah), merupakan dorongan kuat untuk menuntut ilmu, membaca, dan merenungi ciptaan Allah SWT. Meneguhkan Hati Nabi Muhammad dan Umatnya: Proses turunnya Al-Quran secara bertahap berfungsi untuk menguatkan hati Rasulullah SAW dalam berdakwah serta menguatkan keimanan umat Islam. Meningkatkan Persaudaraan (Ukhuwah): Nuzulul Quran mendorong umat Islam untuk saling tolong-menolong, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan meningkatkan empati sosial. Penyempurna Akhlak: Meneladani ajaran Al-Quran berarti membentuk karakter dan akhlak yang mulia sesuai tuntunan Allah SWT,’’ jelas KH. Abdul Karim Subki.

Laporan/Posting : Imam Gazali