oleh

Tak Mampu Berikan Rasa Aman Jangan Jadi Satpam

Securitynews.co.id, PALEMBANG − Kalau tidak mampu memberikan rasa aman dan nyaman dimana tempat seseorang jasa pengamanan (Satpam,red) itu bekerja, maka tidak usah menyebut dirinya sebagai Satpam. Demikianlah hal ini dikatakan, Muslim Hidayat (26) warga Jl. Enim Lr. Seibesemah Kel.Siring Agung Kec. Ilir Barat I Pakjo Palembang. Ketika dibincangi media online Securitynews.co.id, di kantor Pengadilan Negeri Palembang (PN) Klas IA Khusus, Senin (30/03/2020).

Muslim Hidayat mengawali karir sebagai Satpam di PN Palembang melalui Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) PT Pataka Sriwijaya, bahwa mengabarkan ada lowongan di Pengadilan Negeri Palembang. “Kebetulan pada saat itu posisi kerja kontrak saya di Pataka mau habis, jadi adanya tawaran kerja di PN Palembang ini, saya jadi berminat untuk bergabung”, ujarnya.

Muslim menjelaskan, jadi sekarang ini kontrak juga namun melalui Dipa, Dipa itu katakanlah seperti honor Pemda, honor Pemkot, dimana honor ini langsung di bawah naungan seseorang itu bekerja. “Gajinya langsung dari pusat. Untuk PT Pataka sendiri saya menjalani kerja kurang lebih selama kurun waktu 5 tahun. Dimana sebelumnya saya pernah ditempatkan di Rumah Sakit Siti Khodijah, PJKA, PT Mars Batu Bara di bawah naungan RMK,” sebutnya.
Mengenai pembagian shift di tempat kerjanya sekarang, Muslim memaparkan, untuk shift kerja ada 2 kali pembagian, dalam 12 jam ada shift pagi dan sore. Dalam seminggu ada 7 hari sedangkan di sini bekerja maksimal 6 hari, masuk kerja shift pagi jatah kerja selama 2 hari. Masuk shift malam 2 hari jatah kerja, libur pun 2 hari kerja.

“Jadi mendapat jatah shift itu tidak tentu, misalnya senin ini mendapat shift pagi, nah senin depan kadang masuk malam, namun disini kami diberikan juga libur selama 2 hari, hingga bisalah kami gunakan waktu untuk istirahat dan berkumpul bersama keluarga,” aku suami dari seorang isteri bernama Berti (25) ini.

Disoal mengenai suka dan duka pekerjaan yang digelutinya selama menjadi jasa pengamanan satpam di PN Palembang, Muslim menyampaikan bahwa belum pernah duka yang dirasakannya selama ia bekerja di PN Palembang, karena menurutnya di PN Palembang diterapkan sistem kekeluargaan.

“Jadi walaupun kita sendiri ada perasaan duka di hati kita, namun itu semua bisa tertutupi melalui kebersamaan dan sistem kekeluargaan yang diterapkan di tempat kerja saya sekarang ini,” jelasnya.

Untuk pengamanan itu sendiri memang merupakan tugas dirinya selaku satpam. Lanjut Muslim, karena Satpam itu dituntut untuk siap sedia melakukan pengamanan, untuk memberikan rasa aman dan nyaman terhadap pegawai di tempatnya bekerja.

“Kalau tidak mampu untuk memberikan rasa aman dan nyaman untuk apa kita menjadi satpam, harapan saya mudah-mudahan kedepannya selalu amanlah, namun tidak menutup kemungkinan entah kapan problem itu tetap ada, yah kita jalani saja dan yang penting tingkatkan kewaspadaan dan pencegahan sejak dini untuk mengantisipasi tindak kejahatan,” ucap ayahanda dari seorang anak bernama Pathir (6) ini.

Mengenai fasilitas apa saja yang sudah diberikan PN Palembang, pada petugas keamanan. Muslim menegaskan, bahwa di PN Palembang ini sudah tidak diragukan lagi keprofesionalan dalam pemberian fasilitas terutama untuk jasa pengamanan.

“Kalau PN ini cukup mumpuni dalam pemberian fasilitas perlengkapan untuk satpam, seperti Sepatu PDL, tongkat, borgol, serta Handy Talkie Radio HT atau pesawat komunikasi antar rekan security,” pungkas anak ketiga dari empat bersaudara ini, menutup perbicangannya.

Laporan : Syarif
Editor/Posting : Imam Ghazali

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed