oleh

Rahmad Satpam Pegadaian, Sering Hadapi Nasabah Bandel

* Saat Covid Ini, Nasabah Dilarang Antre di Dalam Kantor

Securitynews.co.id, PALEMBANG − Memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat adalah tugas dan kewajiban, Rahmad Reza Yuliansyah (33) warga Jl. Temon No.38 D Kel.Tal. Semut Kec.Bukit Kecil Palembang, selaku Satpam Pegadaian Ramayana Jalan Radial Palembang. Namun hal ini tidaklah mudah, karena butuh ekstra kesabaran dalam menghadapi nasabah yang bandel.
Menurut Rahmad, dirinya sudah tujuh tahun dan hampir masuk delapan tahun bertugas jadi Satpam di Pegadaian, mulai dari tahun 2012, bernaung di PT. Citra Inti Garda Sejahtera (CIGS), jarak satu tahun dirinya pindah tugas ke PT. Era Permata Sejahtera.

“Dari dulu sampai sekarang saya ditempatkan di Pegadaian. Pengalaman pelatihan pertama saya dapat gemblengan dari Polda latihan di PT. Pataka Sriwijaya. Pelatihan sendiri di antaranya senam tongkat, senam borgol, lari, baris berbaris, saya sudah keliling tugas di Pegadaian ini. Antara lain tugas di Taman Bukit, 36 Ilir dan terakhir Pegadaian di Radial ini. Hampir menyeluruh ditempatkan tugas di Palembang ini,” jelas Rahmad ketika dibincangi wartawan Securitynews.co.id, di tempatnya bekerja, di Jl. Radial samping Lr. Langgar 24 Ilir Palembang.

Disoal apakah ada giliran jaga atau ship yang diterapkan tempatnya bekerja, Rahmad menjelaskan, kalau tugas di sana sendiri tidak ada ship (non ship), kadang tugas sendirian tiap hari, sampai tutup kantor. ”Jam standar dan stand bye jam 7 pagi sampai dengan tutup kantor, hari Minggu libur,” cetusnya.

Tugasnya sendiri selain menjaga keamanan lanjut Rahmad, kadang juga memberikan pelayanan, menjelaskan produk tentang pegadaian. “Yah apabila ada nasabah yang ingin menanyakan, yang bisa kita jelaskan, kita bantu jelaskan, sekiranya pertanyaan itu terlalu mendalam atau mendetil, kita persilakan mereka masuk ke dalam dan menanyakan langsung dengan teller,” tegas Satpam yang masih bujangan ini.

Dalam bertugas Rahmad difasilitasi oleh Pegadaian antara lain, tongkat, borgol, jas hujan dan sepatu boot. Seragam satpam yang didapatnya dari pegadaian setahun sekali.

Sementara pengalaman Rahmad, sering bertemu nasabah yang bandel, seperti sudah lewat jatuh tempo, nasabah sudah ditelpon dan ditemui di rumah, tiba-tiba barangnya dilelang, nasabah datang marah-marah.

“Padahal sudah kita jelaskan, sudah kita telpon, kadang tidak aktif, kadang tidak angkat, begitu kita datangi di rumah dia tidak ada dirumah. Tiba-tiba barang dilelang dia ngotot ngotot tidak mau terima, apapun kondisinya tugas saya ini tetap saya jalani dengan senang hati, apapun resikonya,” ucapnya.

Disinggung mengenai penanggulangan dampak Virus Corona/Covid-19, apa saja yang sudah dilakukan Pegadaian buat nasabah, Rahmad menuturkan, memasang pembatas yakni plastik di loket, antara nasabah dan petugas pegadaian ada jarak untuk bertransaksi, tak ada udara yang tembus, dan untuk nasabah sendiri sebelum memasuki pegadaian, diwajibkan untuk menyemprotkan hand sanitizer ke telapak tangannya agar steril dari bakteri. Selain itu ada penyemprotan disinfektan.

“Untuk waspada kita tetap jalankan demi mengantisifasi Covid-19. Harapan saya Covid-19 ini dapat diselesaikan. Kita berharap Covid ini musnah dan semua dapat bertugas lagi dengan nyaman,” harapnya.

Rahmad menambahkan, untuk nasabah, seperti sebelum terjadinya wabah Covid pelayanan nasabah masih bisa mengantre. Tapi, untuk menghindari Covid nasabah tidak boleh lagi mengantre di dalam dan sebagian harus di luar, agar mengikuti aturan pemerintah Jarak Sosial (Sosial Distancing), di Pegadaian nasabah 3 orang didalam, sedangkan sisanya di luar.

Laporan : Syarif
Editor/Posting : Imam Ghazali

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed