oleh

Mengudara di El Shinta, Herman Deru Serap Aspirasi Warganya

Securitynews.co.id, PALEMBANG – Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menyapa seluruh masyarakat Provinsi Sumsel melalui Radio Elshinta dengan frekuensi 96,7 FM. Tepat pukul 14.30 WIB Jumat (14/2) dia datang menggunakan pakaian muslim, kedatangan Herman Deru ke Radio Elshinta adalah sebagai narasumber pada program “Gubernur di Radio”.

Bertempat di Radio Elshinta Palembang (14/2/20) Herman Deru berdialog langsung dengan masyarakat melalui telepon online Radio Elshinta. Mulai masyarakat yang menyampaikan ungkapan rasa terima kasih karena perbaikan jalan, hingga permasalahan kesehatan yang ada dialami oleh masyarakat menjadi perbincangan yang hangat antara Herman Deru dan masyarakat yang tersebar di beberapa wilayah tersebut.

Satu-persatu sumbang saran dan pertanyaan dari masyarakat dijawab langsung oleh pria yang dijuluki Bapak Rumah Tahfidz ini, menurut Herman Deru untuk membangun Provinsi Sumsel tidak hanya Gubernur yang berperan, namun masyarakat lah yang menopang dan mendukung apapun hal yang sifatnya positif untuk kemajuan Provinsi Sumsel.

“Saya dan Wagub Pak Mawardi lebih cenderung memperbaiki etos kerja dimana ada kesimbambungan program antara Gubernur-Gubernur sebelumnya dimana yang baik kita pertajam, mana yang kurang baik kita perbaiki. Tugas harus dibagi tidak mungkin Gubernur sendiri, berbagi tugas dengan Bupati/Walikota, kepala OPD, hingga struktur ke bawah yakni masyarakat. Tugas ini kita bedakan dengan kewenangan, kewenangan mutlak kepala daerah dan ini kita awali dengan niat dan langkah yang sama yakni one team, one visi, one goals, dan one resk,” ungkapnya.

Sementara sesuai dengan tema “Gubernur Sumsel, Tak Main-Main Urusi Kesehatan Warganya” Herman Deru menegaskan, kesehatan dan pendidikan jangan pernah dijadikan komoditas politik. Karena hal tersebut adalah hak dasar masyarakat.

Ia juga mengungkapkan bahwa 13 Februari lalu Pemprov Sumsel telah mempertegas dengan melakukan MoU bersama BPJS Provinsi Sumsel untuk mengcover full Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sesuai data tahun sebelumnya, by name by adress.

Lebih jauh Herman Deru mengatakan di tahun 2020, Pemprov Sumsel telah menganggarkan dana hampir Rp 229 miliar, untuk mengcover 454.310 jiwa. Menurutnya, hal tersebut sebagai bukti Pemprov Sumsel tidak main-main untuk memberikan kemudahan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Maka persepi itu penting untuk sama, menyamakan persepsi tugas diawal tahun kemarin, alhamdulillah ini terlihat konektivitas bagaimana masyarakat menjadi gembira merasa diperhatikan, 17 kabupaten/kota terkoneksi dengan baik dan berdampak pertumbuhan terbaik di Sumatera bahkan nasional,” pungkasnya.

Laporan : Akip
Editor/Posting : Imam Ghazali

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed