GAPKI Sumsel Peduli Warga Terdampak Karhutla

Securitynews.co.id, PALEMBANG- Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumatera Selatan menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).WhatsApp Image 2026 10 08 at 15.46.47

Dukungan tersebut diwujudkan dengan menyalurkan bantuan untuk mendukung penanganan dampak kesehatan akibat kabut asap di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

Bantuan yang disalurkan GAPKI Sumsel terdiri atas 200 masker, 200 box vitamin C, 40 dus mi instan dan 40 dus air mineral. Bantuan tersebut diserahkan untuk mendukung kebutuhan di empat posko, yakni Posko Kesehatan Semabor, Posko Kesehatan Monpera, Posko Pelayanan Jakabaring, dan Posko Pelayanan Kertapati.

Ketua GAPKI Cabang Sumatera Selatan (SUMSEL) Alex Sugiarto melalui Bendahara GAPKI Sumsel Dewi, mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kontribusi asosiasi pengusaha kelapa sawit dalam mendukung pemerintah menangani dampak kesehatan yang muncul akibat kabut asap karhutla. “Sebagai asosiasi pengusaha kelapa sawit di Sumsel, hari ini kami ikut berkontribusi untuk mendukung penanganan kesehatan dalam rangka adanya asap akibat karhutla,” kata Dewi, Kamis (8/10/2026).

Menurutnya, bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya warga yang terdampak kabut asap dan membutuhkan layanan kesehatan maupun kebutuhan dasar selama kondisi tersebut berlangsung. “Semoga dengan bantuan ini bisa membantu warga masyarakat yang terdampak,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Posko Kesehatan Monpera, Deddy, menyampaikan apresiasi kepada GAPKI Sumsel atas bantuan yang diberikan.

Posko Kesehatan Monpera yang berlokasi di Jalan Merdeka No. 1, Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, tersebut dalam pelaksanaannya didukung RS Mata Binar. “Kami dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada GAPKI Sumsel yang telah memberikan bantuannya. Ini sangat bermanfaat, baik untuk petugas yang ada di posko maupun masyarakat yang datang untuk memeriksakan kesehatannya,” ujar Deddy.

Deddy menjelaskan, Posko Kesehatan Monpera melayani masyarakat mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB. Selain posko tersebut, Dinas Kesehatan Kota Palembang juga mendirikan sebanyak 18 titik posko yang beroperasi selama 24 jam.

Pelayanan kesehatan juga tersedia di sejumlah puskesmas di Kota Palembang serta beberapa wilayah sekitar, termasuk Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), Banyuasin dan Musi Banyuasin (Muba).

Menurutnya, layanan pemeriksaan dan penanganan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak karhutla diberikan secara gratis sesuai Surat Edaran Gubernur Sumatera Selatan Nomor 440/6743/DISKES/2026. “Untuk masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat kabut asap, silakan datang ke posko kesehatan atau puskesmas terdekat. Pelayanannya gratis, cukup membawa KTP,” jelasnya.

Hingga saat ini, Posko Kesehatan Monpera telah melayani sekitar 48 pasien. Sebagian besar pasien merupakan masyarakat usia produktif yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut, termasuk pedagang dan pekerja lainnya.

Deddy juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah bertambahnya kabut asap dengan tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu karhutla. “Kami mengajak seluruh masyarakat Sumsel untuk tidak melakukan pembakaran agar asap ini tidak semakin banyak. Dampaknya sangat berpengaruh terhadap kesehatan,” katanya.

Masyarakat juga diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, memperbanyak minum air putih dan menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi vitamin.

Jika mengalami keluhan kesehatan, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke posko kesehatan atau puskesmas terdekat tanpa dipungut biaya.

Laporan : Sandy

Posting  : Imam Gazali