Kadin Sumsel Expo 4: Bukan Sekadar Pameran, Tapi Pabrik 1.000 Sultan Muda Baru

Securitynews.co.id, PALEMBANG- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Selatan tancap gas. Lewat Kadin Sumsel Expo ke-4, mereka tak cuma pamer produk, tapi pasang target ambisius: melahirkan 1.000 sultan muda baru dan mengerek pertumbuhan ekonomi Sumsel hingga 6 persen.WhatsApp Image 2026 10 16 at 08.39.29

Digelar meriah, expo tahun ini kolaborasi bareng IBEK dan HIPMI. Hampir 50 tenant dari berbagai sektor ikut ambil bagian. Panitia mencatat proyeksi perputaran uang tembus Rp 60 miliar.

Mahasiswa Jadi Fokus, Bisnis Tak Harus Modal Jumbo

Kalau expo sebelumnya identik dengan modal besar, tahun ini beda. Kadin sengaja membuka peluang bisnis ringan modal.

Tujuannya satu, agar mahasiswa dan Gen Z tidak takut memulai. “Sesuai arahan pemerintah, kita wajib ciptakan minimal 1.000 sultan muda baru dari Sumsel. Mulainya dari kampus, dari ide kecil,” ujar perwakilan Kadin Sumsel.WhatsApp Image 2026 10 16 at 08.39.51

Fakta Pahit: Pempek Mendunia, Tapi Bukan Wong Palembang yang Kuasai

Ini yang jadi sorotan paling tajam di expo. Pempek, celimpungan, es kacang merah – ikon kuliner Palembang yang rasanya juara dunia. Tapi ironis, yang jualan dan kuasai pasar di luar Sumsel justru bukan orang Palembang. “Jangan sampai pempek di Jakarta yang jual bukan orang Palembang. Target kita pempek harus ada di 513 kabupaten/kota di Indonesia,” tegas Kadin.

Kadin, IFEX dan HIPMI sepakat, UMKM Sumsel harus Go Indonesia dulu sebelum Go Internasional.

Kenapa UMKM Susah Naik Kelas? Ini Biang Masalahnya

Menurut Kadin, masalah UMKM Sumsel bukan di rasa, tapi di 2 hal:

  1. Tidak Punya SOP

Banyak yang masak pakai feeling. Tidak ada takaran baku adonan, tidak ada catatan suhu ideal merebus pempek, tidak ada standar penyimpanan. Akibatnya rasa hari ini enak, besok beda.

  1. Tidak Bisa Hitung Bisnis

Banyak pelaku usaha tidak tahu cara hitung modal, omzet, profit, rugi, dan BEP (Break Even Point). Padahal ini bahasa wajib kalau mau dilirik investor.  “Investor itu tidak lihat enak atau tidak, tapi lihat angka. Misal gerobak pempek modal Rp 50 juta, profit bersih Rp 5 juta per bulan, BEP 10 bulan. Kalau jelas begini, siapa yang tidak mau investasi? Kemitraan itu kuncinya,” jelasnya.

Jangan Lagi Titip Warung, Saatnya Punya Rumah Sendiri

Solusi yang ditawarkan Kadin: UMKM harus berhenti main di level titip jual. Saatnya naik kelas dengan sistem franchise dan kemitraan yang benar. Kadin bersama Indonesia Franchise Expo (IFB) siap kawal.

UMKM didorong berani buka brand sendiri dengan konsep outlet, contohnya “Rumah Pempek Palembang” atau “Rumah Es Kacang Merah Palembang” yang bisa dibuka di seluruh Indonesia. “Potensi UMKM Sumsel itu sudah besar dan mau berusaha. Tinggal kita poles dari sisi edukasi, SOP dan sistem bisnis agar tidak kalah saing dengan pihak luar,” pungkasnya.

Laporan : Sandy

Posting : Imam Gazali