oleh

Pelaku Penggelapan Uang Rp 140 Juta, Dituntut 2,5 Tahun

Securitynews.co.id, PALEMBANG − Lantaran menggelapkan uang sebanyak Rp. 140 juta, dengan modus penjualan lahan tanah, namun yang dijanjikan tidak pernah ada, akhirnya terdakwa Budi Matjan Putra, dinyatakan bersalah oleh JPU dan dituntut hukuman 2 tahun dan 6 bulan (2,5 tahun) penjara.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Murni SH MH, dibacakan JPU Devianti SH, dihadapan Majelis Hakim diketuai Achmad Syarifudin SH MH, dalam tuntutannya berpendapat, bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 378 KUHP.

“Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan dan mengadili perkara ini, agar menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Budi Matjan Putra dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan 6 (enam) bulan, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan menyatakan terdakwa tetap ditahan,” ungkap JPU, saat membacakan surat tuntutan secara Virtual di Pengadilan Negeri Palembang Klas IA Khusus, Selasa (15/09/2020).

Terungkap dalam dakwaan JPU, peristiwa terjadi pada hari Jumat tanggal 06 Maret 2020 sekira pukul 11.30 Wib, bertempat di Jalan Kapten A Rivai Palembang tepatnya di ATM Bank Mandiri.
Bermula terdakwa mengaku mempunyai tanah seluas 250 M3 (dua kavling) dan milik saksi Arwani seluas 250 m3 yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta tepatnya di Komplek Perumda Blok H No 05 Rt 059 Rw 010 Kelurahan Talang Kelapa Kecamatan Alang Alang Lebar Kota Palembang.

Lalu, terjadilah jual beli antara terdakwa dengan saksi korban Hariyandi Kurniawan ST dengan kesepakatan harga masing-masing sebesar Rp. 70 juta hingga total keseluruhan penjualan tanah seluas 500 M3 sebesar Rp. 140 juta. Lalu terdakwa menjanjikan sekaligus kepengurusan sertifikat tersebut, kemudian terdakwa mengajak saksi korban pergi ke lokasi.

Tapi karena sertifikat tidak pernah ada, hingga korban rugi lalu melaporkan terdakwa ke pihak yang berwajib hingga sekarang jadi pesakitan.

Laporan : Syarif
Editor/Posting : Imam Ghazali

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed