Securitynews.co.id, PALEMBANG- Program Internet Desa Sumsel Maju untuk Semua pada 17 Kabupaten/Kota se-Sumsel terus menjadi perhatian Gubernur Sumsel H. Herman Deru. Targetnya internet desa ini hadir secara merata di Sumsel.
Setelah melakukan kunjungan ke-5 Kabupaten di Sumsel beberapa hari lalu, HD merasa ada beberapa desa yang belum teraliri jaringan internet, maka itu dia mengundang para perusahaan pelayanan jaringan internet untuk berkumpul dan berdiskusi.
Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengajak 28 perusahaan pelayanan jaringan internet untuk membahas mengatasi blankspot di Sumsel bertempat di Ruang Rapat Bina Praja Pemprov Sumsel, Selasa (25/8/20). Dia mengajak para perusahaan pelayanan internet itu untuk ikut berkontribusi agar di Sumsel dapat secara merata teraliri jaringan internet.
“Saya merasa lega bisa duduk bersama, hal ini terinspirasi saat di jalan setelah saya melakukan kunjungan beberapa daerah masih ada desa yang tidak ada jaringan internet. Di masa sekarang tentu jauh berbeda dibanding 5 bahkan 10 tahun yang lalu dengan kebutuhan internet, apalagi di saat masa pandemi Covid-19,” katanya.
Dia menilai, dengan kehadiran jaringan internet saat ini tentu sangat terbantu baik di dalam bidang pendidikan, pengelolaan pemerintah desa, pertanian dan lainnya. Maka itu dia berkomitmen agar setiap desa ada internet mengingat kebutuhan, bahkan dia juga akan memfasilitasi perizinan ke Bupati /Walikota se-Sumsel untuk membebaskan IMB.
“Internet ini sudah kebutuhan maka saya akan instrusikan ke Bupati/Walikota tidak ber IMB. Internet ini sudah mutlak. Saya tidak main-main soal ini karena ini bicara kebutuhan,” tegas HD.
Sehingga nantinya dalam pemasangan ataupun pengembangan jaringan internet dapat berjalan lancar dan tidak ada hambatan maka dia meminta untuk tidak kaku sehingga ada keselarasan.
“Kita harus bertarget minimal pertahun itu ada penambahan jaringan internet. Sekarang ini volume bertambah ketika pandemi karena semua memakai internet. Meskipun pandemi sudah berlalu internet masih tetap menjadi kebutuhan,” ujarnya.
Dia menyebutkan saat ini dari 3.500 desa yang ada di Sumsel baru beberapa desa yang teraliri internet. Makanya hal ini perlu dideklarasi lagi sehingga internet ini betul terealisasi. “Saya ingin internet ini merata. Jika ada regulasi yang menyumbat untuk perkembangan ini maka laporankan ke saya kita akan buatkan regulasi lokalnya, termasuk pengurangan yang ber IMB tadi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Sumsel, Sony Oktapriandi mengucapkan terima kasih atas diundangannya untuk rapat permasalahan Blankspot. “Kami juga selalu menggaungkan bagaimana kita membangun Sumsel ini terutama kebutuhan internetnya,” tegasnya.
Dia menyebutkan APJII bukan hanya menyediakan jasa pelayanan internet saja melainkan melakukan kegiatan yang positif. Di sini hadir 28 perusahaan penyedia pelayanan internet.
“APJII di setiap daerah mempunyai perwakilan dan masing-masing kami di sini punya tanggung jawab untuk terus menggiatkan agar internet ini di wilayah masing-masing untuk selaraskan. Bahkan kami juga membawa kawan-kawan semua penyedia jasa layanan internet. Jadi Kami mensuport apa yang dibutuhkan pihak Pemprov Sumsel terkait blankspot di wilayah Sumsel,” tutupnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Sumsel H Achmad Rizwan melaporkan bahwa program internet Desa Sumsel Maju untuk Semua yang digagas Gubernur Sumsel pada tahun 2019 sudah berjalan di puluhan Desa tersebar di Kabupaten/Kota se-Sumsel.
“Ke depan secara bertahap internet desa di Sumsel akan terus ditambah, sesuai dengan yang diharapkan Pak Gubernur,” tandasnya sembari menyebut pihaknya juga telah mengusulkan kepada Menteri Kominfo RI dalam hal mengatasi daerah yang masih blankspot di Sumsel.
Laporan : Ril/Akip
Editor/Posting : Imam Ghazali












