oleh

Sumsel Nihil Penambahan Kasus Covid-19

Securitynews.co.id, PALEMBANG- Kepala Dinas Kominfo (Diskominfo) Sumsel H. Achmad Rizwan S.STP MM didampingi Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Sumsel, Yusri merilis update Covid 19 di Sumsel melalui video conference bersama awak media di Command Centre, Jumat (8/5/20) sore. Dari data yang diungkapkan Yusri, tercatat tidak ada penambahan kasus Covid-19 baru di Sumsel.

Sementara jumlah kasus konfirmasi sembuh total menjadi 49 orang. Dimana ada 2 orang pasien terkonfirmasi sembuh per 7 Mei. Mereka ini merupakan pasien dari Kota Palembang 1 orang dan Kabupaten Ogan Ilir (OI) 1 orang.

Dijelaskan Kadis Kominfo H. Achmad Rizwan S.STP MM, hingga saat ini jumlah ODP tercatat sebanyak 4.519 orang, ODP selesai pemantauan 3.285 orang, ODP masih dalam pemantauan 1.234 orang.

Kemudian PDP terdata sebanyak 305 orang, PDP selesai pengawasan 149 orang, kemudian PDP dalam proses pengawasan ada 156 orang dan penambahan PDP (8 Mei) sebanyak 18 orang.

Adapun sampel yang diperiksa ada sebanyak 1.522 orang ( OTG = 1.115 orang, PDP = 343, ODP = 74). Kemudian sampel positif berjumlah 227 orang, sampel negatif 213 orang serta sampel yang masih dalam proses pemeriksaan ada sebanyak 1.073 orang.

Sedangkan data pasien meninggal berjumlah 8 orang, masing-masing Palembang 2 orang, OKUT 1 orang, Banyuasin 1 orang, Prabumulih 1 orang, OKI 1 orang, Muara Enim 1 orang, dan Musirawas 1 orang.

Sementara itu Jubir Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel, Yusri, mengatakan terkait masih ada 1.073 sampel yang dalam proses pemeriksaan Ia meminta tidak membuat masyarakat panik. Karena semakin banyak sampel yang diperiksa maka penyebaran Covid semakin mudah dideteksi dan dilakukan pencegahan.

“Hal ini jangan dinilai sebagai sesuatu yang membuat panik. Karena sampel yang kita ambil itu memang adalah rata-rata dari orang yang berkontak dengan kasus. Sampel ini terus kita ambil agar penyebarannya berhenti,” jelasnya.

Saat ini kata Yusri BBLK terus meningkatkan kemampuan alat dan bahan pemeriksaan dan tidak pernah membatasi sampel yang masuk ke BBLK.

Sementara itu untuk mencegah penyebaran Covid yang lebih luas, dia tetap meminta masyarakat disiplin menggunakan masker. Terutama saat berada di dekat atau sedang berbicara dengan orang lain.

“Bila perlu kalau kita keluar rumah kita anggap orang-orang itu sudah tertular jadi kita harus pakai masker saat keluar rumah. Sebab sekarang ini kita tidak tahu mana yang sudah tertular,” ujarnya.

Laporan : Akip
Editor/Posting : Imam Ghazali

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed