oleh

Oknum Notaris Diganjar 18 Bulan

Securitynews.co.id, PALEMBANG − Diduga tega menggelapkan uang korbannya sebesar Rp. 1.012.000.000 (1, 012 miliar) dengan modus penjualan tanah seluas 800 m2, seorang oknum Notaris yakni terdakwa Suryawati SH MKn (47) warga Komplek Perum TOP, Kel. 15 Ulu Kec. SU I Palembang akhirnya divonis majelis hakim dengan hukuman pidana selama 1 dan 6 bulan (18 bulan penjara).

Dalam amar putusannya Majelis Hakim yang diketuai Abu Hanifah SH MH, menilai terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dengan sengaja dan dengan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain tetapi berada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan, diancam karena penggelapan. Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Dakwaan Kedua Pasal 372 KUHP.

“Mengadili dan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Suryawati dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara dengan perintah agar terdakwa tetap berada dalam tahanan negara,” tegas Abu Hanifah, di sidang Telekonferensi Pengadilan Negeri Palembang Klas IA Khusus, Kamis (23/04/2020).

Namun vonis yang diberikan majelis hakim terhadap terdakwa Suryawati lebih ringan hukumannya 1 (tahun) dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendy SH, yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman pidana selama 2 tahun dan 6 bulan penjara.

Terungkap dalam dakwaan JPU, berawal sekira tahun dua ribu lima belas (2015) bertempat di daerah Jakabaring Perum TOP 100 tepatnya di depan Pasar Buah Palembang, Terdakwa Suryawati, menawarkan kepada saksi korban PARMAN berupa dua (2) bidang tanah dengan luas tanah masing-masing seluas empat ratus meter persegi (400 m2) dengan luas keseluruhan seluas delapan ratus meter persegi (800 m2) dengan alas hak surat berupa Sertifikat Hak Milik (SHM) yaitu pertama SHM Nomor. 243 dengan surat ukur No. 31/15 Ulu/2006 tanggal 08 September 2006 dan kedua SHM Nomor. 244 dengan surat ukur No. 32/15 Ulu/2006 tanggal 08 September 2006 atas nama Terdakwa Suryawati. Bahwa Terdakwa Suryawati menawarkan harga untuk kedua bidang tanah tersebut senilai Rp. 1.200.000.000.

Saksi PARMAN berencana menemui Terdakwa SURYAWATI, dimana selanjutnya Terdakwa Suryawati, meminta saksi PARMAN untuk bertemu di Kantor Notaris Fitri Yuliana, SH yang beralamat di Jalan Basuki Rahmad Kota Palembang.

Bahwa total keseluruhan pembayaran yang dilakukan saksi PARMAN kepada Terdakwa Suryawati, untuk kedua bidang tanah dengan SHM Nomor. 243 dengan surat ukur No. 31/15 Ulu/2006 tanggal 08 September 2006 dan SHM Nomor. 244 dengan surat ukur No. 32/15 Ulu/2006 tanggal 08 September 2006 biaya balik nama adalah senilai Rp. 1.012.000.000. Dikarenakan seluruh pembayaran telah dilunasi oleh saksi PARMAN, pada Tanggal Sembilan bulan September tahun Dua Ribu Tujuh Belas (09/09/2017), saksi PARMAN kembali menemui Terdakwa Suryawati untuk dibuatkan Akta Jual Beli terhadap tanah tersebut.

Namun Terdakwa Suryawati selalu menghindar. Selanjutnya pada (27/09/2017), saksi PARMAN kembali menemui Terdakwa Suryawati untuk dibuatkan Akta Jual Beli terhadap tanah tersebut, Terdakwa Suryawati kembali menghindar. Mengetahui hal tersebut, saksi PARMAN meminta kepada Terdakwa Suryawati untuk mengembalikan keseluruhan uang milik saksi PARMAN senilai Rp. 1.012.000.000, tetapi dijawab oleh Terdakwa Suryawati bahwa uang tersebut telah habis dipergunakan oleh Terdakwa.

Saksi PARMAN berpikiran bahwa Terdakwa Suryawati telah beritikad tidak baik dan melaporkan Terdakwa Suryawati kepada Penyidik Kepolisian Republik Indonesia Daerah Sumatera Selatan Resor Kota Palembang. Akibat perbuatan tersebut terdakwa didakwa JPU Dakwaan Kesatu Pasal 378 KUHP, Dakwaan Kedua Pasal 372 KUHP.

Laporan : Syarif
Editor/Posting : Imam Ghazali

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed